Laba bersih PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada 2025 benar-benar meledak. Angkanya mencapai USD 1,4 miliar, atau jika dirupiahkan dengan kurs Rp 17.000, setara dengan Rp 23,8 triliun. Sungguh pencapaian yang fantastis.
Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikannya luar biasa: 2.662 persen. Pada 2024, laba mereka 'hanya' USD 56,5 juta. Jadi, dalam setahun, kinerja perusahaan ini berubah total.
Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menjelaskan pencapaian ini.
"Chandra Asri membukukan kinerja yang kuat pada 2025 dengan menghasilkan profitabilitas sebesar USD1,4 miliar serta mempertahankan neraca yang tangguh dengan likuiditas lebih dari USD3 miliar," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/3/2026).
Tak cuma laba, pendapatan bersihnya juga ikut meroket. Tercatat naik 293 persen menjadi USD 7 miliar. Bandingkan dengan 2024 yang sebesar USD 1,78 miliar hampir empat kali lipat lebih besar sekarang.
Lalu, apa sih yang mendorong lompatan besar ini? Rupanya, ada beberapa faktor kunci. Pertama, akuisisi terhadap Aster Chemicals and Energy (ACE) dan Chevron Phillips Singapore (APS) yang menambah segmen kilang dan kimia. Di sisi lain, ekspansi di bidang logistik dan energi terbarukan juga memberi angin segar.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo