Di tengah hiruk-pikuk Pasar Tanah Abang, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kabar yang mungkin bisa sedikit meredakan kecemasan publik. Pemerintah, tegasnya, belum punya rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pernyataan ini penting, mengingat belakangan harga minyak mentah dunia lagi naik-turun akibat memanasnya ketegangan geopolitik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ujar Purbaya.
Intinya, skema subsidi yang sekarang masih akan dipertahankan. Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Tujuannya jelas: daya beli masyarakat harus tetap terjaga.
Nah, keyakinan ini ternyata punya dasar. Dari pantauan Kementerian ESDM, stok energi dalam negeri masih dalam kondisi aman. Itu satu hal. Purbaya juga melengkapi penjelasannya dengan data fiskal. Meski harga minyak dunia fluktuatif, secara kumulatif rata-ratanya masih di bawah batas maksimal asumsi APBN. Artinya, anggaran negara masih punya ruang untuk menyerap gejolak dari luar tanpa langsung membebani rakyat.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan