Dengan kata lain, ruang fiskal dinilai masih mumpuni.
Namun begitu, pemerintah tentu tidak akan tinggal diam. Komitmen untuk memantau dinamika pasar energi secara intensif akan dilakukan dalam sebulan ke depan. Purbaya meminta masyarakat untuk tenang dan percaya pada kemampuan pemerintah dalam mengelola situasi ini. Dia mengingatkan, Indonesia punya rekam jejak yang baik dalam menghadapi krisis energi sebelumnya.
“Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi berapa kali, kan? Banyak. Enggak hancur negaranya, kan? Kenapa? Karena kebijakannya pas,” pungkasnya dengan nada meyakinkan.
Pada akhirnya, langkah yang diambil inginnya terukur. Kementerian Keuangan berupaya memastikan stabilitas ekonomi domestik tidak goyah. Semua tanpa perlu mengambil tindakan drastis yang justru berisiko memicu inflasi dan memberatkan kehidupan sehari-hari warga.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan