Di ruang rapat Komisi XIII DPR, Kamis lalu, suasana sempat berubah tegang. Rieke Diah Pitaloka, salah satu anggotanya, menyorot sebuah kasus yang menurutnya kerap dianggap tabu: child grooming yang dialami aktris Aurelie Moeremans. Sorotan ini muncul dalam rapat kerja bersama Komnas Perempuan.
Buku Aurelie berjudul 'Broken Strings' jadi pembuka percakapan. Di dalamnya, ia mengungkap pengalaman pahitnya menjadi korban grooming saat masih remaja belia, 15 tahun, oleh seorang aktor berusia 29 tahun.
Menurut Rieke, inilah persoalan besarnya. Banyak kasus serupa di Indonesia tak ditangani serius kecuali jika sudah ramai di media sosial. "Saya ingin menyampaikan satu kasus yang penting juga adalah terkait ini sedang ramai kasusnya di media sosial," ujarnya.
"Tadi dikatakan no viral no justice atau saya menyebutnya viral for justice begitu."
Baginya, kasus seperti ini mustahil untuk didiamkan. Negara harus turun tangan.
"Bagaimana masa mudanya dihancurkan, bukan hanya dirampas," kata Rieke, suaranya terdengar bergetar. "Ini adalah memoar yang terindikasi merupakan kisah hidup yang nyata dan ini bisa terjadi pada siapa saja, juga kepada anak-anak kita."
"Ketika negara diam, ketika kita yang ada di dalam posisi harusnya bersuara, kita diam. Saya belum mendengar ada suara dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan secara utuh secara serius terhadap kasus ini," sambungnya.
Politikus PDIP itu lalu menyebut, kisah Aurelie bahkan sudah menarik perhatian internasional. Padahal, kasus serupa banyak terjadi di tanah air, hanya saja tenggelam tanpa suara.
"Child grooming ini bukan tindak pidana yang berdiri sendiri," tegasnya. "Melainkan modus operandi, prosesnya sistematis. Ketika pelaku atau groomer membangun kedekatan emosional, ketergantungan pada anak atau remaja, tujuan akhirnya adalah kekerasan atau eksploitasi seksual."
Artikel Terkait
Raksasa Tua di Depan Balai Kota Bogor Akhirnya Tumbang
Enam Perusahaan di Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun Pasca Bencana Banjir dan Longsor
Nycta Gina dan Rizky Kinos Siap Ramaikan Pagi Jakarta di iSWARA
Ketua LSM Kabur Usai Anak Buahnya Tertangkap Basah Terima Uang dari Kades