Rieke mengaku emosional membicarakannya. Ia juga menyayangkan respons terduga pelaku yang justru sibuk membela diri di publik.
"Maaf pimpinan, saya agak emosional karena ini bisa terjadi loh pada anak-anak kita," ujar Rieke. "Sebetulnya kasusnya banyak di Indonesia. Untungnya ada anak ini yang berani ngomong. Lalu sekarang pelakunya indikasi, saya tidak menuduh indikasi pelakunya ini sekarang sedang melakukan pembelaan diri begitu."
"Dan ini rame setiap hari, Mas Willy, kalau bisa dilihat, itu terus-terusan. Indikasi pelaku melakukan pembelaan diri seolah-olah normalisasi terhadap bagaimana kekerasan terhadap anak, ada pembujukan di situ, pernikahan, indikasi ada kekerasan seksual dan sebagainya yang cukup sadis saya kira."
Di akhir penyampaiannya, Rieke berkomitmen untuk membela korban-korban seperti Aurelie. Ia menegaskan, diam bukanlah pilihan.
"Di hari pertama saya bertugas di Komisi XIII dengan support dari pimpinan, apakah mungkin kita memperjuangkannya bersama?" imbuhnya. "Ada yang mencoba membela, langsung diintimidasi, Ibu kasus ini, namanya sahabat saya juga Mba Hesti. Dan tidak ada satupun negara yang saat ini saya kira untuk bersuara."
Menanggapi langsung sorotan itu, Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, langsung mengambil langkah. Ia mengagendakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) khusus membahas child grooming.
“Jadi nanti kita bikin RDPU,” ucap Willy dalam rapat yang sama. “Bahkan kita bisa juga undang kementerian perempuan dan anak, polisi dan segala macam. Jadi kita rapat gabungan aja, khusus dengan child grooming ini, cocok?”
Di sisi lain, dari lembaga yang diharapkan banyak pihak, responsnya berbeda. Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menyatakan bahwa hingga saat rapat berlangsung, mereka belum menerima aduan resmi dari Aurelie.
“Secara khusus kami belum menerima laporannya,” ucap Maria.
Artikel Terkait
Hotel Tjimahi, Saksi Bisu Sejarah Cimahi, Akhirnya Dilepas Pemiliknya
Teriakan di Kelas Berujung Pengeroyokan Guru oleh Murid di Jambi
Menteri Brian Tiba Naik Motor Polisi, Umumkan Kuota Beasiswa LPDP 5.750 Kursi
Genangan Satu Meter Belum Surut, Warga Surianeun Terjebak Banjir