Delapan nyawa melayang akibat sebuah ledakan hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Shanxi, China utara. Korban jiwa bertambah dari angka tujuh yang semula dilaporkan.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, ledakan mengguncang perusahaan bioteknologi Jiapeng itu pada Sabtu pagi. Awalnya, disebutkan tujuh orang tewas dan satu dinyatakan hilang. Namun, informasi terbaru mengonfirmasi semua korban hilang telah ditemukan, menaikkan angka kematian menjadi delapan orang.
Perwakilan hukum perusahaan itu sendiri konon sudah ditahan oleh pihak berwenang. Belum jelas apa pasalnya, tapi ini jadi langkah pertama yang biasa diambil usai insiden semacam ini.
Lokasi kejadian ada di Kabupaten Shanyin. Kalau dilihat di peta, tempat itu sekitar 400 kilometer ke arah barat dari ibu kota Beijing. Cukup jauh, tapi dampaknya terasa.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha