Polri membuat dapur umum untuk program Makanan Beragam Bergizi (MBG). Langkah ini dianggap biasa saja, bahkan tampak dibanggakan lewat unggahan di media sosial.
Nah, yang jadi pertanyaan besar: dana untuk program ini datang dari mana? Apakah dari anggaran tahunan Polri yang mencapai lebih dari 100 triliun? Atau justru menggunakan anggaran khusus MBG yang seharusnya dikelola pihak lain?
Kalau sumbernya yang pertama, ya ini agak aneh. Anggaran sebesar itu diberikan untuk tugas pokok kepolisian, kok malah dipakai untuk hal di luar ranahnya?
Di sisi lain, kalau ternyata dananya dari anggaran MBG, masalah lain muncul. Uang yang seharusnya langsung menyasar UMKM dan masyarakat, malah mungkin lagi-lagi dikelola oleh pejabat. Alurnya jadi berbelit, bukan?
Pokoknya, mau dilihat dari sudut mana pun, kedua skenario itu sama-sama nggak bagus. Intinya bermasalah.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Sutoyo Abadi: Indonesia Terancam Jadi Kacung Asing di Balik Inisiatif Perdamaian Gaza
Malumologi: Saat Rasa Malu Tak Lagi Menjadi Rem bagi Koruptor
Sekjen NATO Ingatkan Eropa: Tanpa AS, Pertahanan Sendiri Hanya Mimpi