Tak cuma itu. BNBR juga akan pakai dana segar ini untuk melunasi utang ke PT Bank Mayapada International Tbk senilai Rp1,09 triliun. Lalu, ada lagi alokasi Rp300 miliar yang akan dipinjamkan ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) guna membangun rest area di Tol Cibitung-Cimanggis. Sisa dananya? Untuk modal kerja.
Soal harga pelaksanaan, ini masih jadi tanda tanya besar. BNBR belum mengumumkannya, dan kemungkinan baru akan jelas di prospektus final nanti. Tapi, kalau dilihat dari total kebutuhan dana yang diungkap, harga saham rights issue ini diperkirakan hanya sekitar Rp66 per lembar. Jauh lebih murah ketimbang harga saham BNBR di pasar yang kini berada di level Rp155. Bayangkan selisihnya.
Untuk jadwalnya, perusahaan sudah punya timeline indikatif. Perdagangan saham cum right akan berakhir pada 20 Mei 2026. Sementara itu, tanggal pencatatan bagi pemegang hak dijadwalkan mulai 26 Mei 2026. Masih ada waktu bagi investor untuk mempertimbangkan langkahnya.
Semua ini adalah langkah besar BNBR untuk memperbaiki struktur keuangannya. Kita lihat saja nanti respons pasar.
Artikel Terkait
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
PT Liqun Investment Indonesia Resmi Akuisisi Saham Mayoritas KOKA
BNBR Bakal Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru untuk Lunasi Utang