Ledakan dan sirene kembali mengganggu ketenangan di kawasan Teluk pada hari Minggu. Kali ini, serangkaian serangan rudal dan drone dilaporkan menerjang beberapa negara, dengan Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar menjadi sasaran. Menurut laporan, serangan ini berasal dari Iran, menyasar target mulai dari bandara hingga kawasan diplomatik.
Namun begitu, respons dari negara-negara yang diserang terbilang sigap. Mereka mengklaim berhasil mencegah sebagian besar serangan itu. Sementara di Teheran, pemerintah Iran justru bersumpah akan terus melanjutkan ofensifnya. Ancaman itu disampaikan saat perang regional yang memanas ini memasuki minggu keduanya.
Suasana mencekam sebenarnya sudah terasa sejak sehari sebelumnya. Warga Dubai dan Manama di Bahrain dikejutkan oleh ledakan keras yang menggema. Kejadian itu seperti menjadi pertanda bagi serangan yang lebih luas keesokan harinya.
Bandara Kuwait Jadi Sasaran
Di Kuwait, kekacauan terjadi di Bandara Internasional. Sebuah tangki bahan bakar menjadi sasaran drone dan terbakar. Untungnya, petugas pemadam berhasil mengendalikan kobaran api dengan cepat.
Kantor berita setempat melaporkan tidak ada korban jiwa serius dalam insiden tersebut. Tapi militer Kuwait bersikap tegas. Mereka menyebut ini adalah "penargetan langsung terhadap infrastruktur vital" negara.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan minyak nasional Kuwait memutuskan untuk mengurangi produksi minyak mentah. Di sisi lain, angkatan bersenjata mereka juga sibuk. Beberapa drone dan tiga rudal balistik berhasil dihancurkan di udara.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Kemang, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik
Menteri Fadli Zon Tinjau Kerusakan Cagar Budaya di Langkat Pascabanjir
Ketua TP PKK Makassar Apresiasi Dedikasi Sekolah Gratis Sikola Mangkasara
BSI dan Danantara Bagikan Santunan ke 5.000 Anak Yatim dan Duafa di 9 Kota