Iran Lancarkan Serangan Rudal dan Drone ke Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar

- Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB
Iran Lancarkan Serangan Rudal dan Drone ke Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar

Ledakan dan sirene kembali mengganggu ketenangan di kawasan Teluk pada hari Minggu. Kali ini, serangkaian serangan rudal dan drone dilaporkan menerjang beberapa negara, dengan Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar menjadi sasaran. Menurut laporan, serangan ini berasal dari Iran, menyasar target mulai dari bandara hingga kawasan diplomatik.

Namun begitu, respons dari negara-negara yang diserang terbilang sigap. Mereka mengklaim berhasil mencegah sebagian besar serangan itu. Sementara di Teheran, pemerintah Iran justru bersumpah akan terus melanjutkan ofensifnya. Ancaman itu disampaikan saat perang regional yang memanas ini memasuki minggu keduanya.

Suasana mencekam sebenarnya sudah terasa sejak sehari sebelumnya. Warga Dubai dan Manama di Bahrain dikejutkan oleh ledakan keras yang menggema. Kejadian itu seperti menjadi pertanda bagi serangan yang lebih luas keesokan harinya.

Bandara Kuwait Jadi Sasaran

Di Kuwait, kekacauan terjadi di Bandara Internasional. Sebuah tangki bahan bakar menjadi sasaran drone dan terbakar. Untungnya, petugas pemadam berhasil mengendalikan kobaran api dengan cepat.

Kantor berita setempat melaporkan tidak ada korban jiwa serius dalam insiden tersebut. Tapi militer Kuwait bersikap tegas. Mereka menyebut ini adalah "penargetan langsung terhadap infrastruktur vital" negara.

Sebagai langkah antisipasi, perusahaan minyak nasional Kuwait memutuskan untuk mengurangi produksi minyak mentah. Di sisi lain, angkatan bersenjata mereka juga sibuk. Beberapa drone dan tiga rudal balistik berhasil dihancurkan di udara.

Kabar duka justru datang dari perbatasan. Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan dua personel keamanan perbatasan tewas saat bertugas. Sayangnya, tidak ada penjelasan rinci soal penyebab kematian mereka. Belum jelas apakah ini terkait serangan Iran atau bukan.

Dalam pernyataan terpisah, otoritas mengungkap kerusakan yang lebih luas.

"Beberapa fasilitas sipil mengalami kerusakan material akibat pecahan dan puing-puing yang jatuh dari operasi pencegatan,"

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Kebakaran juga dilaporkan melanda gedung utama Lembaga Publik untuk Jaminan Sosial, yang lagi-lagi memaksa petugas pemadam turun tangan.

Riyadh dalam Keadaan Siaga

Arab Saudi juga tidak luput dari teror di udara. Kementerian Pertahanan Kerajaan melaporkan telah mencegat dan menghancurkan 15 drone yang menyusup, termasuk yang menyasar kawasan diplomatik di jantung ibu kota Riyadh.

Serangan ternyata belum berhenti di situ. Beberapa jam kemudian, tiga drone lagi berhasil ditembak jatuh di sekitar Riyadh. Tindakan ini menunjukkan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi dari pihak Saudi.

Yang menarik, serangan-serangan ini terjadi di tengah situasi diplomatik yang agak paradoks. Presiden Iran sebelumnya sempat meminta maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan terdahulu. Dia bahkan berjanji bahwa negara-negara Teluk tidak akan lagi menjadi sasaran, kecuali jika serangan justru berasal dari wilayah mereka lebih dulu. Nyatanya, janji itu seperti angin lalu. Konflik terus berlanjut, dan ketegangan di kawasan semakin mengental.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar