TUBAN Petang itu, Kamis (23/4/2026), suasana di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, tiba-tiba berubah mencekam. Sebuah toko parfum di sana dilalap api. Yang bikin deg-degan, kobaran apinya cepat banget menjalar.
Kenapa? Karena di dalam toko itu penuh dengan bahan-bahan yang gampang terbakar. Asap hitam tebal langsung mengepul tinggi. Warga sekitar pun panik, berlarian menjauh dari lokasi. Untungnya, tidak ada korban jiwa, tapi tetap ada yang terluka.
Seorang pembeli menderita luka bakar di wajah dan tangannya. Sementara itu, seorang pelayan toko dilaporkan mengalami syok. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Kejadiannya sendiri sekitar pukul 18.30 WIB.
Lalu, apa yang memicu semua ini? Dugaan sementara, api berasal dari percikan saat seseorang sedang mencoba parfum. Entah bagaimana ceritanya, percikan itu kemudian menyambar bahan-bahan parfum di sekitarnya. Api pun membesar dalam sekejap.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban bergerak cepat. Begitu laporan masuk, dua unit mobil damkar langsung dikerahkan ke lokasi. Butuh waktu sekitar setengah jam buat menjinakkan si jago merah.
Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, memberikan keterangan. Menurut dia, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini.
“Tadi ada informasinya satu luka bakar. Itu pembeli katanya, gitu ya. Informasinya ya, nanti diralat kalau ada informasi terbaru. Yang jaga kondisi agak syok,” ujarnya singkat.
Dari kejadian ini, petugas mengimbau para pemilik usaha, terutama yang menjual barang-barang mudah terbakar, untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Biar kalau ada apa-apa, bisa ditangani lebih awal. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Artikel Terkait
Konsul Jenderal RI Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem Madinah
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Tuduh Iran Terpecah soal Perundingan Damai
Transjakarta Kaji Kenaikan Tarif yang Tak Pernah Berubah Selama 21 Tahun
Sidang Korupsi Chromebook: Nadiem Hadirkan Guru dari Aceh hingga Papua Bantah Tudingan Kerugian Negara