Kementerian Sosial baru saja menggelar bakti sosial. Kegiatan ini dalam rangka HUT Taruna Siaga Bencana yang ke-22. Peringatannya jatuh pada 24 Maret 2026.
Tema yang diusung tahun ini cukup panjang: "22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri". Isinya bicara soal solidaritas, profesionalisme, dan peran Tagana sebagai garda terdepan saat bencana datang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf akrab disapa Gus Ipul berbicara dalam apel peringatan di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (23/4). Katanya,
"Hari ini saya ingin menegaskan satu hal, sejalan dengan arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, bahwa Tagana harus selalu ada di setiap bencana. Ini bukan sekedar kalimat, ini adalah rekam jejak, ini adalah bukti nyata bahwa negara tidak pernah absen untuk rakyatnya."
Peringatan tahun ini nggak cuma seremoni apel serentak. Ada juga tasyakuran dan bakti sosial di berbagai daerah. Jakarta jadi salah satu lokasinya.
Nah, untuk Jakarta Pusat, kegiatan baksos-nya difokuskan pada bersih-bersih bantaran sungai di sekitar Kecamatan Senen. Sekitar 130 petugas gabungan turun tangan. Mereka dari relawan Tagana, pilar sosial, petugas kebersihan, dan PPSU. Semua bahu-membahu membersihkan sungai yang melintasi Kelurahan Paseban, Kwitang, Kenari, dan Bungur.
Ketua Forum Tagana Jakarta Pusat, Benny Suryadilaga, ikut langsung. Dia memantau dan memberi arahan ke petugas yang sedang kerja bakti.
"Saya monitoring dulu ke empat kelurahan. Pertama saya ke Paseban, kedua Kenari, ketiga Kwitang, dan terakhir di Bungur. Saya melihat anggota Tagana, apakah sudah ready di kelurahan yang sudah saya tunjuk semua. Alhamdulillah, teman-teman di sana sudah ready," ujarnya.
Di samping bersih-bersih, ada juga penyaluran bantuan sosial. Kemensos bersama Tagana menyalurkan bansos dari dana hibah dalam negeri. Sasaran utamanya sekitar 1.500 Keluarga Penerima Manfaat di empat kelurahan tadi.
Total bansos yang digelontorkan mencapai Rp225 juta. Setiap KPM kebagian Rp150 ribu dalam bentuk paket sembako. Isinya beras 5 kg, satu kaleng ikan sarden 425 gram, lima bungkus mie instan, dan minyak goreng 1 liter.
"Memang saya akuin ya, untuk tahun ini sangat-sangat yang luar biasa. Biasanya kami hanya melakukan bersih-bersih, tapi kali ini kami sangat tersentuh dengan adanya penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Benny.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam penyaluran bantuan ini Tagana nggak kerja sendirian. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pilar sosial, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan.
"Ada pendamping PKH, ada pendamping sosial, di situ ada Tagana. Alhamdulillah, merasa sangat erat sekali. Dan saya juga merasa sangat bersyukur diberi kesempatan untuk melaksanakan ini," pungkasnya.
Artikel Terkait
HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Hadirkan Turnamen Domino, Hiburan Musik, dan Panggung UMKM Gratis pada 25-26 April
Gencatan Senjata Masih Berlangsung, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Lima Orang Termasuk Jurnalis
23 April: Empat Perayaan Besar Dunia dalam Satu Tanggal, dari Bahasa Inggris hingga Hari Kreator
Jaksa KPK Tetap Tuntut 6,5 Tahun Penjara untuk Eks Direktur Pertamina dalam Kasus Korupsi LNG