Kalau bicara soal tulang punggung ekonomi digital, data center adalah jawabannya. Bukan cuma gudang data, infrastruktur ini jadi penopang utama operasional bisnis dan layanan publik yang kini hampir semuanya mengandalkan koneksi internet. Makanya, tak heran perusahaan yang bergerak di bidang ini biasanya melayani klien dari kalangan korporat.
Nah, di Bursa Efek Indonesia, ada beberapa emiten yang fokus atau punya bisnis kuat di sektor data center. Buat investor yang ingin menaruh perhatian, berikut beberapa saham yang bisa dicermati.
PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
DCI Indonesia termasuk yang cukup ternama. Didirikan Toto Sugiri pada 2011, perusahaan ini baru beroperasi komersial dua tahun kemudian. Kini, mereka mengelola tujuh fasilitas data center.
Lokasinya tersebar di Cibitung, Karawang, dan Jakarta. Yang menarik, total kapasitas potensialnya mendekati 1.000 megawatt. Satu lagi keunggulannya: DCII disebut-sebut sebagai yang pertama di ASEAN yang berhasil mengantongi sertifikat tier IV.
PT Indointernet Tbk (EDGE)
EDGE bergerak di layanan konektivitas, data center, dan komputasi awan. Mereka punya data center terbesar di pusat kota dengan kapasitas tampung beban hingga 23 MW.
Data center pertamanya, EDGE1, punya kapasitas beban IT 6 MW. Dua pusat data mereka di Jakarta ini diklaim sebagai yang paling hemat energi di kawasan pusat ibu kota, dengan latensi yang sangat rendah, nyaris mendekati nol.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
DSSA ini bagian dari Sinar Mas. Bisnisnya luas, mencakup pertambangan hingga energi terbarukan. Tapi di lini teknologi, mereka juga main di data center.
Bisnis data center modernnya diurus oleh PT SMPlus Digital Investama. Ini hasil kolaborasi Sinar Mas dengan Korea Investment Real Asset Management (KIRA).
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
Multipolar Technology dikenal sebagai penyedia layanan dan solusi digital yang cukup komprehensif. Lewat joint venture dengan Mitsui Co. Ltd., anak usahanya membangun GTN Data Center.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Sebagai BUMN telekomunikasi, fokus utama Telkom memang di konektivitas. Tapi jangan salah, mereka juga punya bisnis data center yang solid.
Layanannya beragam, mulai dari konstruksi site, disaster recovery planning, sampai kolokasi. Salah satu brand andalannya adalah NeuCentrIX, yang terhubung dengan jaringan Telkom dan operator lain, baik domestik maupun global.
NeuCentrIX ini bersifat netral. Saat ini, mereka sudah dibangun di 17 lokasi di 11 kota dalam negeri. Tiga lokasi lainnya ada di Singapura, dan satu di Hong Kong.
Itulah beberapa pilihan saham data center di BEI. Masing-masing punya cerita dan strateginya sendiri di tengah geliat transformasi digital yang makin kencang.
Artikel Terkait
BEI Buka Kembali Perdagangan Saham YPAS dan BAPA, Nasib Keduanya Berbeda
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Analis Soroti Empat Saham Potensial
Menteri Keuangan Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia USD 30 Miliar, Andalkan Cadangan Negara
Petrosea Lepas Saham Kemilau Mulia Sakti Rp1,73 Triliun demi Fokus Bisnis Inti