Di sisi lain, ada faktor tradisional yang selalu jadi penyokong konsumsi: Tunjangan Hari Raya. Untuk ASN, TNI, dan Polri, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun. Sementara dari sektor swasta, angkanya diperkirakan lebih besar lagi.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan swasta diproyeksikan menggelontorkan THR hingga Rp124 triliun. Bahkan perusahaan transportasi daring pun tak ketinggalan. Mereka menyiapkan sekitar Rp220 miliar khusus untuk para pengemudi ojek online.
Semua langkah ini, tentu saja, punya target yang jelas. Pemerintah berharap momentum Lebaran bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai sekitar 5,5 persen. Optimisme itu bukan tanpa dasar.
Airlangga menyebut, ia melihat sinyal positif dari kalangan peritel dan pengelola pusat belanja. Jika penjualan mereka meningkat seperti harapan, maka target pertumbuhan yang lebih tinggi di tahun 2026 bukanlah hal yang mustahil.
Artikel Terkait
Wall Street Ditutup Merah Pekan Lalu, Dihantam Ketegangan Timur Tengah dan Data Pekerjaan AS yang Lemah
Laba Bersih PGN Anjlok 36,5% Meski Pendapatan Naik 4,9%
Garuda Indonesia Turun Peringkat ke Bintang 4, Janjikan Transformasi Layanan
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah