Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan suasana muram. IHSG, barometer utama bursa, terperosok 125 poin ke level 7.585,69. Itu artinya, indeks anjlok 1,62 persen di hari Jumat (6/3/2026).
Tekanan datang dari mana-mana. Baik dari isu global maupun kondisi dalam negeri yang masih belum jelas arahnya. Meski begitu, volume transaksi justre sedikit menggeliat, naik tipis jadi Rp17,7 triliun. Saham yang berpindah tangan mencapai 340 juta lot, walau frekuensi perdagangannya malah merosot ke 1,94 juta kali.
Penurunan ini merata. LQ45 ikut turun 1,49 persen. IDX30 bahkan lebih parah, ambles 2,13 persen. Indeks syariah seperti JII dan ISSI pun tak berkutik, masing-masing melemah 1,42 persen dan 2,08 persen.
Yang paling menyita perhatian adalah saham-saham grup Bakrie milik Nirwan Bakrie. Mereka kompak terkapar. ENRG, misalnya, hancur 13 persen ke posisi Rp1.825. BNBR dan BUMI juga ikut terhempas, turun 8,8 persen dan 4,2 persen.
Tak cuma induknya, anak usahanya pun ketularan. BRMS, anak usaha BUMI, terkoreksi 6,4 persen. Begitu pula dengan DEWA yang melemah dengan persentase yang sama.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026
Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar
Kobexindo Buka Cabang di Manado untuk Dongkrak Pasar Alat Berat Indonesia Timur