IHSG Anjlok 1,62%, Saham Grup Bakrie Terkapar di Akhir Pekan

- Jumat, 06 Maret 2026 | 17:00 WIB
IHSG Anjlok 1,62%, Saham Grup Bakrie Terkapar di Akhir Pekan

Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan suasana muram. IHSG, barometer utama bursa, terperosok 125 poin ke level 7.585,69. Itu artinya, indeks anjlok 1,62 persen di hari Jumat (6/3/2026).

Tekanan datang dari mana-mana. Baik dari isu global maupun kondisi dalam negeri yang masih belum jelas arahnya. Meski begitu, volume transaksi justre sedikit menggeliat, naik tipis jadi Rp17,7 triliun. Saham yang berpindah tangan mencapai 340 juta lot, walau frekuensi perdagangannya malah merosot ke 1,94 juta kali.

Penurunan ini merata. LQ45 ikut turun 1,49 persen. IDX30 bahkan lebih parah, ambles 2,13 persen. Indeks syariah seperti JII dan ISSI pun tak berkutik, masing-masing melemah 1,42 persen dan 2,08 persen.

Yang paling menyita perhatian adalah saham-saham grup Bakrie milik Nirwan Bakrie. Mereka kompak terkapar. ENRG, misalnya, hancur 13 persen ke posisi Rp1.825. BNBR dan BUMI juga ikut terhempas, turun 8,8 persen dan 4,2 persen.

Tak cuma induknya, anak usahanya pun ketularan. BRMS, anak usaha BUMI, terkoreksi 6,4 persen. Begitu pula dengan DEWA yang melemah dengan persentase yang sama.

Kalau dilihat dari sektor, hampir tak ada warna hijau yang tersisa. Semuanya merah. Sektor Industrial jadi yang terparah, ambruk 3,37 persen. Disusul Cyclical dan Basic Industry yang masing-masing turun 3,34 dan 2,23 persen.

Di papan loser, beberapa saham mengalami kejatuhan yang cukup tajam. FILM dan KOTA sama-sama terpangkas 15 persen. ENRG, yang tadi sudah disebut, juga masuk dalam daftar ini dengan penurunan 13 persen.

Tapi nggak semua suram. Di tengah gempuran pelemahan, beberapa saham justre mampu bertahan dan bahkan naik. ELPI, contohnya, rebound cukup manis 6,8 persen. BREN dan KIJA juga menunjukkan performa bagus dengan kenaikan masing-masing 5,8 persen dan 5 persen.

Jadi, pasar hari ini memang didominasi sentimen negatif. Namun, di balik itu selalu ada peluang bagi yang jeli melihatnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar