Kilang Pertamina Balikpapan kini punya tambahan fasilitas baru yang cukup monumental. Dua unit tangki raksasa di Terminal Lawe-Lawe, ditambah satu unit dermaga apung atau single point mooring (SPM), baru saja dinyatakan selesai dibangun. Proyek ini digarap oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), yang merupakan bagian dari Kilang Pertamina Internasional (KPI).
Nah, SPM itu sendiri fungsinya sebagai pintu masuk minyak mentah yang letaknya di tengah laut. Keberadaannya bakal mengubah banyak hal.
Menurut Milla Suciyani, Pjs Corporate Secretary KPI, kehadiran tangki-tangki raksasa ini punya dampak langsung pada efisiensi biaya. Logistik pengiriman crude oil, begitu dia menyebut minyak mentah, bakal jauh lebih hemat.
"Proyek RDMP Balikpapan membangun SPM dengan kapasitas mencapai 320.000 deadweight tonnage (DWT). Ini memungkinkan kapal tanker kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), berlabuh dan mengalirkan minyak mentah," jelas Milla, dalam keterangan yang dikutip Sabtu (13/12/2025).
Kapasitas besar itu memang kunci. Sebelumnya, SPM di Balikpapan cuma sanggup menampung kapal berkapasitas 150.000 DWT. Jadi, peningkatan ini signifikan banget. Pengiriman dalam skala besar otomatis memangkas ongkos logistik.
Dukungan fasilitas penunjangnya juga tak kalah penting. Ada pipa sepanjang 20,2 kilometer dengan diameter 52 inci yang membentang dari SPM menuju ke tangki-tangki tadi. Semua terhubung.
Lalu, bagaimana dengan kedua tangki raksasa di Lawe-Lawe itu? Fungsinya bukan cuma untuk menyimpan. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi logistik minyak mentah. Bahkan, klaimnya, ini jadi penyimpanan minyak mentah terbesar se-Asia Tenggara.
“Keberadaan tangki ini memungkinkan pengelolaan inventori minyak mentah yang lebih fleksibel dan terintegrasi dengan kilang Balikpapan,” ujar Milla.
Pembangunannya sendiri butuh waktu cukup lama. Dimulai sejak Oktober 2019 dan akhirnya rampung pada Desember 2024. Tujuannya jelas: menopang peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan yang kini bisa mengolah 360 ribu barel minyak mentah per hari, naik dari sebelumnya 260 ribu barel.
Di sisi lain, Milla menegaskan bahwa Tangki Lawe-Lawe ini lebih dari sekadar bangunan besar. Dia menyebutnya sebagai ikon baru ketahanan energi Indonesia. Fasilitas penyimpanan terbesar di kawasan ini diharapkan bisa menopang operasional Kilang Balikpapan dengan lebih solid, sekaligus memperkuat sistem penyimpanan minyak mentah nasional secara keseluruhan.
Jadi, dengan dua tangki raksasa dan dermaga apung canggih ini, langkah Pertamina dalam mengamankan pasokan energi memang terlihat makin konkret. Dampak operasionalnya, seperti yang dijanjikan, patut untuk ditunggu.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun