Lalu ada program Makanan Bergizi Gratis. Kebutuhan dananya di sini bersifat sistemik, bukan cuma konsumtif belaka. Program ini membangun rantai pasok yang panjang sekali, melibatkan petani, nelayan, UMKM pangan, sampai jasa logistik.
Di sisi lain, peran bank juga sangat kentara dalam pembangunan infrastruktur. Proyek-proyek seperti ini butuh pembiayaan jangka panjang, dana besar, dan punya risiko tinggi. Skemanya bisa proyek financing atau kemitraan pemerintah-swasta.
Intinya, hanya bank dengan fundamental kuat, permodalan sehat, dan tata kelola risiko yang baik yang sanggup menopangnya. Kalau tidak, tekanan pada stabilitas keuangan nasional bisa terjadi.
Jadi, kekuatan perbankan nasional ternyata memang bukan sekadar urusan sektor keuangan semata. Itu adalah fondasi yang menentukan sukses atau tidaknya agenda besar pembangunan negara.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
Data KSEI Ungkap Pemerintah Norwegia Miliki Saham 24 Emiten di BEI
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch
Laba Bersih Bayan Resources Turun 16,88% di 2025 Meski Struktur Utang Membaik