Hujan deras yang mengguyur Situbondo pada Kamis malam (23/1/2026) itu, berakhir tragis. Dua nyawa melayang di Jalan Madura, Besuki, bukan karena hantaman banjir setinggi lutut, melainkan akibat sengatan listrik di rumah mereka sendiri.
Korban adalah sepasang bapak dan anak. Abdul Wahid, 45 tahun, dan putri pertamanya, Adinda Puteri Rahayu, yang baru berusia 17 tahun.
Menurut cerita yang beredar, malam itu Adinda keluar dulu. Ia ingin memastikan seberapa tinggi air yang mulai merendam halaman. Saat tangannya menyentuh pagar besi depan rumah, tubuhnya mendadak kejang. Pagar itu ternyata berarus listrik.
Melihat anaknya terkapar, naluri Abdul sebagai seorang ayah langsung bekerja. Tanpa pikir panjang, ia meraih tubuh Adinda untuk diselamatkan. Sayangnya, upaya heroik itu justru menyeretnya pada nasib yang sama. Aliran listrik itu menjalar, dan Abdul pun ikut tersengat.
Suasana mencekam langsung menyergap. Ibu dari dua anak itu, yang menyaksikan kejadian mengerikan itu, berteriak sekencang-kencangnya minta tolong. Jeritannya memecah kesunyian malam yang digenangi air. Warga pun bergegas, dan kedua korban akhirnya dibawa ke RSUD Besuki.
Artikel Terkait
Kumparan Gelar Live Anniversary, Siap Bagikan Hadiah Rp 99 Juta
Dua Organisasi Desak Prabowo Pecat Kapolri, Sorot Pernyataan Lawan Sampai Titik Darah Terakhir
Polisi Tangerang Selatan Pacu Jalan Damai untuk Kasus Guru yang Dilaporkan Orang Tua
Angka Pernikahan Anjlok, Legislator Soroti Ancaman Krisis Keluarga dan Ironi Kekerasan Seksual di Pesantren