BSI Pastikan Stok Aman Jelang Lonjakan Permintaan Emas 44 Persen

- Rabu, 04 Maret 2026 | 17:45 WIB
BSI Pastikan Stok Aman Jelang Lonjakan Permintaan Emas 44 Persen

Harga emas melonjak, dan antusiasme masyarakat pun ikut terbang tinggi. Menyikapi hal ini, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memastikan mereka tak akan kehabisan stok. Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bersiap.

“Kami selalu mengantisipasi ketersediaan stok dari supplier,” tegas Anton di Jakarta, Rabu (4/3).

Menurutnya, permintaan emas ke depan masih akan terus merangkak naik. Karena itu, selain menjaga persediaan, BSI juga fokus mengedukasi nasabah. Investasi emas, kata dia, sebaiknya dilakukan bertahap dan berpikir jangka panjang.

Gairah investasi logam kuning ini memang luar biasa. Data BSI menunjukkan, jumlah nasabah bank emas atau bullion bank mereka melonjak 44 persen sejak awal tahun 2026. Bahkan, penjualan tahun ini saja sudah mencapai 58 persen dari total penjualan sepanjang 2025. Angka yang cukup fantastis.

Di sisi lain, kondisi global turut memberi pengaruh. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, misalnya, menciptakan efek berantai yang mendorong orang mencari aset aman seperti emas. Tak heran, dalam setahun terakhir, harganya meroket lebih dari 50 persen. Pada Rabu kemarin, harga emas Antam sudah menyentuh Rp 3.045.000 per gram.

Lalu, bagaimana BSI menyikapi lonjakan permintaan ini? Anton menyebut, manajemen persediaan mereka sudah diatur sedemikian rupa. Saat ini, BSI bekerja sama dengan beberapa supplier terpercaya. Ke depannya, kemungkinan menambah mitra juga terbuka, tentu setelah melalui kajian risiko yang matang.

Yang menarik, kemudahan akses jadi kunci lain. Melalui superapps BYOND, nasabah bisa membeli emas secara real-time dengan mudah dan aman. Cukup dengan modal sekitar Rp 50.000, mereka sudah bisa mulai berinvestasi. Fitur transfer saldo emas antar-rekening BSI Emas juga tersedia.

Bagi yang ingin emas fisiknya dicetak, prosesnya pun sederhana. Cukup ajukan melalui aplikasi, lalu ambil di kantor cabang pilihan. Semua dirancang agar nasabah merasa nyaman.

Minat masyarakat yang melampaui ekspektasi ini tak lepas dari sifat emas itu sendiri. Selain aman dan likuid, instrumen ini juga sejalan dengan prinsip syariah. BSI tampaknya membaca peluang ini dengan baik, dan mereka berusaha keras agar stok tak pernah benar-benar habis ditelan permintaan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar