Harga emas melonjak, dan antusiasme masyarakat pun ikut terbang tinggi. Menyikapi hal ini, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memastikan mereka tak akan kehabisan stok. Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bersiap.
“Kami selalu mengantisipasi ketersediaan stok dari supplier,” tegas Anton di Jakarta, Rabu (4/3).
Menurutnya, permintaan emas ke depan masih akan terus merangkak naik. Karena itu, selain menjaga persediaan, BSI juga fokus mengedukasi nasabah. Investasi emas, kata dia, sebaiknya dilakukan bertahap dan berpikir jangka panjang.
Gairah investasi logam kuning ini memang luar biasa. Data BSI menunjukkan, jumlah nasabah bank emas atau bullion bank mereka melonjak 44 persen sejak awal tahun 2026. Bahkan, penjualan tahun ini saja sudah mencapai 58 persen dari total penjualan sepanjang 2025. Angka yang cukup fantastis.
Di sisi lain, kondisi global turut memberi pengaruh. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, misalnya, menciptakan efek berantai yang mendorong orang mencari aset aman seperti emas. Tak heran, dalam setahun terakhir, harganya meroket lebih dari 50 persen. Pada Rabu kemarin, harga emas Antam sudah menyentuh Rp 3.045.000 per gram.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Bantah Pernyataan Fadia, Klaim Tak Ada Bersamaan Saat OTT KPK
Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Kerugian Negara dalam Penetapan Tersangka Kasus Kuota Haji
AS dan Israel Perkuat Serangan ke Iran untuk Amankan Hegemoni Dolar dan Fokus ke Indo-Pasifik
Polisi Ungkap Pabrik Kosmetik Ilegal Berbahaya di Cirebon, Kandungan Merkuri Ditemukan