Laporan keuangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) untuk tahun 2025 akhirnya dirilis. Hasilnya? Ada angin surga, tapi juga ada mendung. Perusahaan tambang batu bara milik Low Tuck Kwong ini membukukan laba bersih USD 784,05 juta. Memang angka yang fantastis, tapi kalau dibandingin sama tahun 2024 yang mencapai USD 943,37 juta, terjadi penurunan cukup dalam, sekitar 16,88 persen.
Efeknya langsung terasa ke pemegang saham. Laba per saham, baik dasar maupun dilusian, ikut melemah jadi USD 0,023. Tahun sebelumnya masih di posisi USD 0,028 per lembar saham.
Nah, menariknya, pendapatan perusahaan sebenarnya hampir stabil. Di 2025, BYAN mencatatkan top line sebesar USD 3,2 miliar. Angka ini cuma turun tipis 0,58 persen dari realisasi tahun sebelumnya yang USD 3,44 miliar. Tapi masalahnya ada di beban pokok pendapatan yang membengkak. Pos ini naik jadi USD 2,32 miliar, dari sebelumnya USD 2,11 miliar.
Kenaikan itu otomatis menekan laba kotor. Dari yang semula USD 1,33 miliar di 2024, kini menyusut ke level USD 1,1 miliar.
Meski begitu, manajemen nampaknya tak tinggal diam. Mereka berhasil melakukan efisiensi di beberapa lini operasional. Beban penjualan, contohnya, turun jadi USD 31,12 juta dari USD 38,79 juta. Begitu pula beban umum dan administrasi, menyusut ke angka USD 72,8 juta dari sebelumnya USD 81,26 juta.
Yang cukup signifikan adalah penurunan beban keuangan. Berhasil ditekan lebih dari separuh, dari USD 17,83 juta menjadi hanya USD 8,69 juta. Di sisi lain, penghasilan keuangan mereka naik sedikit, jadi USD 27,95 juta. Beban lain-lain juga turun, membantu menopang laba di tengah tekanan yang ada.
Kalau lihat neracanya, justru ceritanya lebih cerah. Posisi keuangan perseroan menunjukkan perbaikan yang solid, bahkan bisa dibilang impresif. Ekuitas melonjak signifikan ke level USD 2,69 miliar. Bandingkan dengan akhir 2024 yang masih USD 2,31 miliar.
Yang lebih menggembirakan, total liabilitas atau utang berhasil dipangkas drastis. Kini posisinya tinggal USD 680,46 juta, jauh lebih ringan dibanding akhir tahun sebelumnya yang mencapai USD 1,2 miliar. Total aset sendiri tercatat USD 3,37 miliar, sedikit berkurang dari posisi 2024.
Jadi, kesimpulannya gimana? Meski laba bersihnya terkoreksi sepanjang 2025, Bayan Resources tetap menunjukkan ketangguhan. Fundamental perusahaan terlihat kuat, terutama dengan peningkatan ekuitas dan penurunan utang yang begitu tajam. Mereka seperti sedang membenahi fondasi di tengah cuaca industri yang tak selalu bersahabat.
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp44.000 per Gram di Awal Pekan
IHSG Berbalik Melemah Usai Menguat Tipis di Awal Perdagangan
Analis Proyeksikan IHSG Terjebak Rentang Sempit Pekan Ini, Volatilitas Tinggi Dipicu Geopolitik dan Kebijakan BI
Harga Minyak Melonjak 8% Usai AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz