Anggota DPR Apresiasi Polda Riau Bongkar Sindikat Perburuan Gajah Sumatera

- Rabu, 04 Maret 2026 | 17:25 WIB
Anggota DPR Apresiasi Polda Riau Bongkar Sindikat Perburuan Gajah Sumatera

Di tengah kabar-kabar yang seringkali suram soal perlindungan satwa, ada sebuah berita yang patut disambut baik. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rahul, memberikan pujian khusus kepada Polda Riau. Pasalnya, aparat kepolisian setempat baru saja membongkar sebuah sindikat yang memburu gajah Sumatera di kawasan Tesso Nilo, Pelalawan.

Bagi Rahul, ini bukan sekadar soal penangkapan biasa. Tindakan tegas ini, menurutnya, adalah bukti konkret bahwa negara hadir. Hadir untuk menjaga kekayaan alam dan ekosistem hutan Riau yang begitu berharga.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Riau beserta jajaran," ujar Rahul kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

"Ini menunjukkan aparat penegak hukum bekerja serius, profesional, dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan lingkungan," tegasnya.

Yang tak kalah diapresiasi adalah kerja sama yang terjalin. Rahul melihat kolaborasi antara jajaran Polda Riau, Polres Pelalawan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau sebagai kunci keberhasilan pengungkapan kasus ini.

"Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolaboratif," jelasnya.

Dia membeberkan, Ditreskrimum dan Ditreskrimsus berhasil membongkar konstruksi perkara secara menyeluruh. Sementara itu, Polres Pelalawan bergerak cepat di lapangan. Koordinasi internal kepolisian, dalam pandangannya, berjalan sangat efektif dan terstruktur.

Sinergi semacam ini dinilai krusial. Soalnya, kejahatan perburuan satwa dilindungi kerap melibatkan jaringan yang rumit dan tak sederhana. Karena itulah, Rahul berharap proses hukum terhadap para pelaku bisa berjalan maksimal. Tujuannya jelas: memberikan efek jera yang nyata.

"Kejahatan terhadap satwa dilindungi bukan kejahatan ringan," tegas Rahul dengan nada serius.

"Ini menyangkut masa depan lingkungan dan generasi mendatang. Saya berharap hukuman yang dijatuhkan nantinya benar-benar memberi pesan tegas bahwa Riau bukan tempat bagi pelaku perburuan liar," imbuhnya.

Kasus ini memang mendapat perhatian serius. Gajah Sumatera bukan cuma satwa ikonis, tapi bagian vital dari identitas ekologis Riau. Keberlangsungan hidup mereka sangat menentukan keseimbangan alam di sana.

Rahul menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang profesional dan tegas. Terutama dalam perkara yang menyangkut perlindungan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.

"Riau harus menjadi daerah yang aman bagi satwa dilindungi dan ekosistemnya," pungkasnya.

"Saya percaya dengan kepemimpinan Kapolda Riau dan kerja solid jajaran, komitmen menjaga hutan dan satwa liar akan terus diperkuat."

Sebagai informasi, Polda Riau telah menangkap 15 tersangka yang terlibat dalam sindikat perburuan liar ini. Operasi mereka berpusat di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Saat ini, polisi masih memburu tiga tersangka lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar