Di tengah kabar-kabar yang seringkali suram soal perlindungan satwa, ada sebuah berita yang patut disambut baik. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rahul, memberikan pujian khusus kepada Polda Riau. Pasalnya, aparat kepolisian setempat baru saja membongkar sebuah sindikat yang memburu gajah Sumatera di kawasan Tesso Nilo, Pelalawan.
Bagi Rahul, ini bukan sekadar soal penangkapan biasa. Tindakan tegas ini, menurutnya, adalah bukti konkret bahwa negara hadir. Hadir untuk menjaga kekayaan alam dan ekosistem hutan Riau yang begitu berharga.
"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Riau beserta jajaran," ujar Rahul kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
"Ini menunjukkan aparat penegak hukum bekerja serius, profesional, dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan lingkungan," tegasnya.
Yang tak kalah diapresiasi adalah kerja sama yang terjalin. Rahul melihat kolaborasi antara jajaran Polda Riau, Polres Pelalawan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau sebagai kunci keberhasilan pengungkapan kasus ini.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolaboratif," jelasnya.
Dia membeberkan, Ditreskrimum dan Ditreskrimsus berhasil membongkar konstruksi perkara secara menyeluruh. Sementara itu, Polres Pelalawan bergerak cepat di lapangan. Koordinasi internal kepolisian, dalam pandangannya, berjalan sangat efektif dan terstruktur.
Sinergi semacam ini dinilai krusial. Soalnya, kejahatan perburuan satwa dilindungi kerap melibatkan jaringan yang rumit dan tak sederhana. Karena itulah, Rahul berharap proses hukum terhadap para pelaku bisa berjalan maksimal. Tujuannya jelas: memberikan efek jera yang nyata.
Artikel Terkait
Astronom Temukan Jalan Pintas Baru: Bintang Tenang Ternyata Sinyal Eksoplanet
RUU Hak Cipta Rampung Dibahas, Atur Royalti dan Karya Hasil AI
AS Peringatkan Warga Sipil, Iran Serang Kapal Dagang di Selat Hormuz yang Ditutup Total
Polri dan Jurnalis Bagikan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Barat