Ribuan pelari memadati Bali United Training Center di Gianyar, Minggu pagi itu. Mereka datang dari berbagai penjuru untuk meramaikan Kemala Run 2026. Suasana semangat dan kebersamaan langsung terasa, dan event ini pun ramai jadi perbincangan di linimasa media sosial.
Nah, yang menarik perhatian kali ini bukan cuma para peserta. Di atas langit yang cerah, ada 'pengawal' tak biasa yang turut mengawal jalannya lomba: sebuah drone ETLE Patrol Presisi milik Korlantas Polri. Teknologi canggih ini melayang-layang, memantau dengan saksama pergerakan massa pelari dan kondisi lalu lintas di sekeliling venue secara real-time.
Fungsinya ternyata nggak cuma satu. Drone itu bertindak sebagai alat penegak hukum elektronik sekaligus pendamping udara bagi para runner. Dari ketinggian, pandangannya luas. Petugas di darat pun mendapat informasi langsung soal situasi terkini, memungkinkan mereka memberi arahan atau pengaturan lalu lintas dengan cepat kalau-kalau ada kendala.
Menurut Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, kehadiran drone ini adalah wujud komitmen mereka.
"Ini bagian dari pendekatan modern dan humanis Polri untuk mendukung kegiatan masyarakat. Transformasi digital kami harap bisa meningkatkan pelayanan dan menciptakan rasa aman untuk semua peserta," ujarnya.
Di sisi lain, Brigjen Faizal selaku Dirgakkum Korlantas Polri menambahkan peran lain dari teknologi ini. Drone ETLE juga berfungsi mendokumentasikan dan menganalisis situasi lapangan.
"Data akurat yang kami peroleh memudahkan petugas mengambil langkah tepat sasaran, terutama jika muncul potensi gangguan," jelas Faizal.
Hasilnya? Sepanjang acara berlangsung, lalu lintas di kawasan Gianyar tetap lancar dan terkendali. Kolaborasi antara petugas di darat dan operator di udara berjalan mulus. Acara pun bisa ditutup dengan tertib, aman, dan sukses.
Pada akhirnya, ETLE Drone Patrol Presisi ini bukan sekadar simbol kemajuan teknologi. Lebih dari itu, ia menjadi bukti nyata upaya negara hadir memberikan rasa aman dan nyaman, bahkan dalam event olahraga seru seperti ini.
Artikel Terkait
Apindo Soroti Tiga Tantangan Berat Manufaktur RI Hadapi IEU-CEPA
BKSDA Bali Jelaskan Fenomena Kawanan Lebah di Tol Bali Mandara
Akademisi dan Mahasiswa Apresiasi Stok Beras Melimpah di Gudang Bulog Sidoarjo
Kebakaran Pabrik Petasan di India Selatan Tewaskan 20 Orang