Guardiola: Kualifikasi Liga Champions Lebih Pentin daripada Gelar Premier League

- Rabu, 04 Maret 2026 | 17:30 WIB
Guardiola: Kualifikasi Liga Champions Lebih Pentin daripada Gelar Premier League

Manchester: Laga lanjutan Premier League bakal mempertemukan Manchester City dengan Nottingham Forest di Etihad Stadium, Kamis dini hari nanti. Di atas kertas, duel ini terlihat timpang. City kokoh di posisi runner-up, sementara Forest masih terlibat dalam perebutan menyakitkan untuk menghindari jurang degradasi mereka kini bertengger di peringkat 17.

Namun begitu, Pep Guardiola enggan berpuas diri. Pelatih City itu tahu, permainan Forest di bawah Vitor Pereira bisa membawa kejutan. Tapi dia percaya, skuadnya punya kemampuan untuk membaca dan mengatasi segala perubahan yang dibawa lawan.

Bagi Guardiola, target utama jelas tiga poin. Selain untuk terus mengejar Arsenal di puncak, kemenangan ini punya nilai strategis lain: mengamankan tiket Liga Champions musim depan sedini mungkin. Dia menganggap hal itu krusial bagi stabilitas klub dalam jangka panjang.

“Cara main Forest beda sekarang. Di bawah Sean Dyche dulu, lain. Mereka punya ancaman serius dari set piece, cukup bagus,” ujar Guardiola, mengakui kekuatan lawan.

Dia kemudian menekankan betapa vitalnya posisi di papan atas.

“Tantangannya adalah bertahan di sana, lolos lagi ke Liga Champions musim depan. Jarak kita ke tim peringkat enam itu sesuatu yang penting,” tegasnya.

Guardiola bahkan berani bilang, kualifikasi ke kompetisi elit Eropa itu lebih penting ketimbang gelar Premier League sekalipun. “Kenapa? Karena itu yang bawa stabilitas ke klub. Ada banyak alasan di baliknya,” jelas sang maestro.

“Rasanya tekanan musim lalu jauh lebih besar. Saat itu kami benar-benar terancam gagal masuk Liga Champions. Makanya, bisa bertahan di semua kompetisi seperti sekarang ini rasanya sangat bagus,” tutupnya, mengenang perjuangan mereka sebelumnya.

(ASM)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar