“Kami selalu disiplin, kesepakatan ini sudah tidak lagi menarik secara finansial,” ujar Netflix.
Menurut Matt Britzman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown, sejak awal penawaran ini terlihat sebagai kombinasi strategi ofensif dan defensif. Memperkuat konten dan skala bisnis, sekaligus mencegah pesaing mendapatkan keunggulan. “Tapi harganya memang sangat mahal,” katanya.
"Untuk saat ini, pasar tampaknya menilai ini sebagai kemenangan bagi semua pihak," tambah Britzman.
Dalam perebutan sengit ini, konsorsium Paramount yang didukung miliarder Larry Ellison dan dipimpin putranya, David Ellison, tak main-main. Mereka menaikkan biaya pembatalan menjadi USD7 miliar dan memperluas komitmen pendanaan, termasuk suntikan dana ekuitas sebesar USD45,7 miliar.
Lalu bagaimana dengan hambatan regulasi? Analis Morningstar punya pandangan. Mereka menulis bahwa Paramount dinilai memiliki hubungan yang cukup baik dengan pemerintahan saat ini untuk meredakan kekhawatiran. Selain itu, Departemen Kehakiman AS dianggap telah menciptakan preseden dengan mengabaikan penggabungan studio besar saat Disney membeli Fox.
Jadi, meski Netflix mundur, pertarungan sesungguhnya mungkin baru akan dimulai di meja regulator.
Artikel Terkait
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik
Danantara Godok Skema Holding Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu