Di Wisma Danantara, Jumat lalu, Rohan Hafas dari Danantara Indonesia mengungkapkan sejumlah skema yang sedang digodok untuk membentuk holding maskapai. Ini melibatkan Garuda, Citilink, dan Pelita Air. Intinya, mereka sedang mencari bentuk penggabungan yang paling efisien. Kajian mendalam masih berlangsung untuk menentukan opsi terbaik.
Rohan, selaku Managing Director Stakeholders Management, menjelaskan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada angka. "Nanti lihat hasil akhirnya: efisiensinya di mana dan berapa nilainya. Mana yang lebih masuk akal, apakah menggabungkan jadi satu perusahaan atau cukup dengan aliansi kerja sama. Bisa juga kolaborasi saja," ujarnya.
Kalau rencana ini jalan, dampaknya bakal terasa sampai ke cara kita pesan tiket. Selama ini kita booking lewat masing-masing maskapai. Ke depannya, sangat mungkin akan ada satu platform terpadu untuk ketiganya.
"Secara hukum, PT-nya bisa tetap berdiri sendiri. Tapi sistem pemesanannya bisa jadi satu. Begitu juga dengan perawatan pesawat, ground handling, bahkan kru pesawatnya bisa disatukan," tambah Rohan.
Dia lalu menyoroti soal efisiensi kru. Menurutnya, jam kerja pilot dan pramugari di maskapai pelat merah saat ini belum optimal. Dengan penggabungan, kru bisa lebih fleksibel ditugaskan sesuai kebutuhan operasional, tanpa terpaku pada satu brand.
Artikel Terkait
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS