Mensos Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Cegah Penyalahgunaan Bansos Ramadan

- Jumat, 27 Februari 2026 | 22:15 WIB
Mensos Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Cegah Penyalahgunaan Bansos Ramadan

Menjelang Ramadan, isu pengemis musiman kembali mencuat. Menanggapi hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan pentingnya keakuratan data. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Iya, ini menjadi tugas kita sebenarnya,” ujar Gus Ipul usai menghadiri buka puasa bersama Sekolah Rakyat di ICE BSD, Tangerang, Jumat lalu.

“Dan kembali lagi, tentu bersama daerah. Langkah strategis kami adalah bagaimana kita punya data akurat tentang para penerima layanan sosial,” imbuhnya.

Menurut Gus Ipul, koordinasi dengan pemda menjadi kunci. Mereka sedang berkonsolidasi intensif dengan jajaran di daerah. Soalnya, yang paling paham kondisi riil di lapangan adalah kepala daerah, dinas sosial setempat, plus tentu saja para kepala desa.

“Jadi kita sedang konsolidasi dengan daerah supaya kita tahu datanya,” jelasnya.

“Yang penting datanya ini bisa kita ketahui, sehingga intervensi bisa dilakukan. Bagaimana kita memetakan sekaligus memberi perhatian, jangan sampai ada warga yang tercecer padahal mereka sangat butuh bantuan.”

Di sisi lain, Gus Ipul juga mewanti-wanti. Ia khawatir bantuan sosial pemerintah justru jatuh ke tangan yang tidak berhak. Itulah mengapa penguatan data mutlak diperlukan untuk mengidentifikasi mana yang benar-benar membutuhkan, dan mana yang mungkin hanya memanfaatkan momen Ramadan.

“Jangan sampai bantuan-bantuan pemerintah diterima oleh mereka yang tidak berhak,” tegasnya.

“Tapi harus diterima oleh mereka yang paling membutuhkan. Kalau yang tadi disebut para pengemis musiman itu misalnya masuk dalam data, kan kita bisa intervensi bersama-sama. Nantinya, bantuan akan mengalir jika data sudah valid.”

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar