Kemlu Evakuasi 45 WNI dari Iran, 13 ABK Masih Menunggu di Baku

- Jumat, 17 April 2026 | 02:50 WIB
Kemlu Evakuasi 45 WNI dari Iran, 13 ABK Masih Menunggu di Baku

Kabar terbaru datang dari Kementerian Luar Negeri. Mereka baru saja menyelesaikan gelombang ketiga evakuasi warga negara Indonesia yang berada di Iran. Kali ini, sebanyak 45 orang berhasil dibawa pulang.

Menurut Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, operasi ini adalah kelanjutan dari upaya sebelumnya. “Kemlu serta KBRI di Baku dan KBRI Teheran telah memfasilitasi evakuasi tahap ketiga sejumlah 45 WNI dari Iran,” jelas Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis lalu.

Prosesnya sendiri cukup panjang. Para WNI itu berangkat dari Teheran pada 12 April, menyeberang lewat darat ke Baku, Azerbaijan. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan pesawat komersial menuju Jakarta.

Kedatangannya pun bertahap. Heni memaparkan, dari 45 orang tersebut, mereka dibagi dalam tiga kelompok. Kloter pertama, 14 orang, sudah mendarat sejak 14 April. Disusul kelompok kedua sembilan orang yang tiba sehari kemudian.

“Dan kloter ketiga sebanyak 9 orang akan tiba pada petang hari ini,” tambahnya.

Namun begitu, ternyata belum semua selesai. Masih ada 13 orang Anak Buah Kapal yang saat ini masih menunggu di Baku. Mereka sedang antri untuk mendapatkan kursi penerbangan berikutnya yang membawa mereka pulang.

Begitu sampai di Indonesia, proses belum berakhir. Kemlu akan menyerahkan para WNI ini kepada Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi. Tugas selanjutnya adalah memastikan mereka bisa kembali ke kampung halaman masing-masing dengan selamat.

Lalu, bagaimana dengan WNI lain yang masih tertinggal? Data dari KBRI Teheran menyebutkan, setelah evakuasi ketiga ini, masih ada sekitar 236 orang Indonesia di Iran. Mayoritasnya adalah pelajar dan mahasiswa, dengan banyak di antaranya menempuh studi di Kota Qom. Sebagian lagi adalah pekerja migran dan ekspatriat yang membina rumah tangga dengan warga lokal.

Operasi penyelamatan ini jelas bukan yang terakhir. Situasinya terus bergerak, dan upaya untuk membawa pulang warga negara tampaknya masih akan berlanjut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar