Kabarnya, Carlos Alcaraz harus angkat kaki lebih awal dari Barcelona Open. Pengunduran diri petenis Spanyol itu diumumkan oleh panitia turnamen pada Rabu, menyusul pemeriksaan medis pada pergelangan tangan kanannya. Padahal, sehari sebelumnya ia tampil cukup meyakinkan.
Alcaraz, yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia, berhasil mengatasi Otto Virtanen dengan skor 6-4, 6-2 di babak pertama. Sayangnya, ia takkan bisa melanjutkan pertandingan melawan Tomas Machac di babak berikutnya.
Ini tentu jadi pukulan. Baru pekan lalu, pemain 22 tahun itu melangkah sampai final Monte-Carlo Masters. Di sana, ia takluk dari Jannik Sinner dalam sebuah laga yang bukan cuma memperebutkan gelar, tapi juga posisi puncak dunia. Pertarungan sengit itu benar-benar menentukan.
Sebenarnya, peluang untuk merebut kembali mahkota nomor satu itu masih terbuka lebar di Barcelona. Menurut perhitungan ATP Live, Alcaraz hanya tertinggal 390 poin dari Sinner. Tapi syaratnya satu: ia harus menjuarai turnamen ATP 500 ini. Sekarang, kesempatan itu pupus.
Musim ini sebenarnya ia sedang dalam performa gemilang. Catatannya 22-3, angka yang cukup mengesankan. Namun, di laga pertamanya di tanah air tahun ini, ada sedikit gangguan. Ia sempat meminta waktu medis untuk masalah lengannya di akhir set pertama melawan Virtanen.
Meski begitu, selama 85 menit pertandingan berlangsung, unggulan teratas itu tak menunjukkan tanda-tanda kesakitan yang berarti. Ia tampil dominan. Tapi rupanya, masalahnya ada di balik layar.
Barcelona seharusnya jadi tempat yang spesial baginya. Alcaraz punya kenangan manis di lapangan tanah liat ini, dengan gelar juara yang ia raih pada 2022 dan 2023. Tahun lalu pun ia sampai final, meski akhirnya kalah dari Holger Rune.
Kini, perburuan gelar ketiganya musim ini terhenti. Sebelumnya, Alcaraz sudah menyelesaikan Career Grand Slam di Australian Open dan menang di Doha. Impian untuk merajai Barcelona lagi harus ditunda atau mungkin, dilupakan dulu untuk sementara waktu.
Soal pergelangan tangan itu, kita tunggu saja kabar selanjutnya. Yang pasti, absennya Alcaraz membuat turnamen ini kehilangan salah satu bintang paling terangnya.
Artikel Terkait
Hari Kartini 21 April Bukan Libur Nasional, Sekolah Gelar Beragam Peringatan
Proyek Flyover Sitinjau Lauik Dapat Lampu Hijau, Klaim Lahan dari Pihak Ketiga Menggantung
Polri Bentuk Satgas Khusus Penyelundupan Usai Perintah Presiden Prabowo
RSHS Bandung Beberkan Kronologi Bayi Nyaris Tertukar, Keluarga Kirim Somasi