Sebagai bentuk komitmen, Multipolar telah menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai standby buyer atau pembeli siaga. Ini berarti MLPL akan mengambil seluruh haknya dan membeli sisa saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lain, dengan komitmen maksimal 7,566 miliar saham.
Langkah rights issue ini muncul di tengah tantangan kinerja keuangan yang dihadapi MPPA. Sepanjang tahun 2025, perseroan tercatat menanggung beban rugi bersih sebesar Rp152 miliar, yang menyebabkan posisi ekuitasnya menjadi negatif Rp4 miliar. Di sisi lain, beban utang berbunga juga masih memberatkan, mencapai Rp980 miliar.
Dalam konteks tersebut, manajemen memandang rights issue bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Mereka meyakini, injeksi modal segar ini akan memberikan dampak positif jangka panjang.
“Pelaksanaan PMHMETD VIII akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi serta dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan pendapatan dan profitabilitas, serta memperbaiki prospek bisnis,” jelas manajemen dalam pernyataannya.
Dengan demikian, rights issue jumbo ini diposisikan sebagai langkah krusial untuk memperbaiki fondasi permodalan, meningkatkan likuiditas, dan membuka ruang bagi pemulihan bisnis ritel yang tengah beradaptasi dengan dinamika pasar yang cepat berubah.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada