Kemitraan AI Meta-Nvidia Dongkrak Indeks Saham AS, S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi

- Kamis, 19 Februari 2026 | 07:20 WIB
Kemitraan AI Meta-Nvidia Dongkrak Indeks Saham AS, S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi

Wall Street kembali menunjukkan kekuatannya. Pada Rabu (18/2/2026), bursa saham AS ditutup menguat, didorong oleh sentimen positif dari raksasa teknologi. Indeks S&P 500 naik 0,6% ke level 6.881,31, mendekati lagi rekor tertingginya. Dow Jones dan Nasdaq juga ikut merangkak naik, masing-masing 0,3% dan 0,8%.

Pendorong utama? Tak lain adalah Nvidia. Saham perusahaan chip itu naik 1,6% setelah ada pengumuman penting dari Meta Platforms.

Meta dikabarkan menjalin kemitraan jangka panjang untuk menggunakan jutaan chip Nvidia dalam membangun pusat data AI mereka. Ini jelas kabar bagus bagi Nvidia, yang posisinya sebagai pemasok utama perangkat keras AI semakin kokoh.

"Tidak ada yang menandingi skala Meta dalam mengembangkan AI," ujar CEO Nvidia, Jensen Huang.

Sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, gerak Nvidia memang punya pengaruh besar. Kenaikannya hari ini menjadi penopang utama bagi S&P 500. Tapi di balik euforia AI ini, ada juga kekhawatiran yang mengendap. Investor mulai mempertanyakan, seberapa besar sebenarnya keuntungan yang akan dihasilkan dari belanja modal besar-besaran untuk AI ini? Apakah produktivitas dan laba di masa depan akan sepadan?

Kekhawatiran itu sempat terlihat dari pergerakan saham Meta, yang awalnya turun 1,7% sebelum akhirnya berbalik naik tipis 0,6%.

Di luar hiruk-pikuk sektor AI, musim laporan keuangan yang cukup solid turut memberi angin segar. Cadence Design Systems, misalnya, melonjak 7,6% setelah laba dan pendapatannya mengalahkan prediksi analis. CEO mereka, Anirudh Devgan, menegaskan peran penting perangkat lunak yang mereka kembangkan.

Perusahaan chip lain, Analog Devices, juga naik 2,6% berkat kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi. Mereka bahkan mencatat rekor pesanan untuk bisnis pusat data.

Tapi, tidak semua berita baik. Moderna melesat 6,1% setelah FDA AS bersedia meninjau ulang kandidat vaksin flu mereka. Di sisi lain, Palo Alto Networks justru anjlok 6,8%. Meski laba kuartalannya bagus, proyeksi ke depan mereka dinilai kurang menggembirakan di mata pasar.

Pasar obligasi juga bergerak. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,08%, didorong oleh rilis data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Produksi industri dan pembangunan rumah baru menunjukkan ketahanan ekonomi.

Data-data kuat ini punya implikasi. Federal Reserve mungkin akan berpikir dua kali untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Risalah rapat terakhir The Fed mengisyaratkan banyak pejabat yang ingin melihat inflasi turun lebih dalam dulu sebelum mendukung pelonggaran moneter lebih lanjut tahun ini. Jadi, meski pasar saham merayakan kenaikan hari ini, bayang-bayang suku bunga tinggi masih ada di sana.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar