Stadion Maradona bergemuruh. Napoli baru saja meraih tiga poin penting setelah mengalahkan AC Milan dengan skor tipis 1-0, Selasa dini hari tadi. Gol tunggal Matteo Politano di menit ke-79 menjadi penentu kemenangan dalam lanjutan Serie A pekan ke-31 itu. Namun, di luar lapangan, Antonio Conte justru menyampaikan sesuatu yang lebih menarik perhatian.
Usai laga, sang pelatih tak cuma bahas taktik. Ia malah membuka peluang, mengumbar harapan untuk kembali ke Timnas Italia. "Kalau saya jadi Presiden FIGC, saya sendiri akan mempertimbangkan nama saya sebagai kandidat," ujarnya blak-blakan.
Conte merasa pengalamannya melatih Gli Azzurri pada 2014-2016 adalah modal berharga. "Saya paham betul lingkungannya. Dan jujur, mewakili negara itu selalu jadi kehormatan yang luar biasa," tuturnya.
Pernyataannya ini tentu bukan tanpa alasan. Sepak bola Italia sedang berada di titik nadir. Bayangkan, untuk ketiga kalinya secara beruntun, mereka gagal melangkah ke Piala Dunia. Gagal di 2018, 2022, dan yang paling anyar: 2026. Situasi ini jelas membuat banyak pihak gerah, termasuk Conte yang sepertinya merasa terpanggil.
Meski begitu, ia masih terikat kontrak dengan Napoli hingga Juni 2027. Conte mengaku akan membicarakan masa depannya dengan manajemen klub saat musim berakhir. "Masih ada satu tahun lagi. Nanti kita lihat," katanya singkat.
Namun, kegagalan timnas itu rupanya masih menyisakan kepedihan baginya. Ia curhat tentang pengalaman dulu. "Waktu saya melatih timnas, banyak omongan, tapi bantuan nyata dari klub-klub sangat sedikit," kenang pelatih yang pernah membawa Juventus juara tiga kali berturut-turut itu.
Di tengah situasi yang oleh banyak orang disebut sebagai bencana, Conte mencoba melihat secercah harapan. "Dalam setiap bencana, pasti selalu ada sesuatu yang bisa diselamatkan," tegas pria yang juga sukses membawa Napoli juara Serie A musim lalu.
Kembali ke persaingan liga, kemenangan atas Milan ini sangat vital. Napoli kini kokoh di posisi kedua dengan 65 poin. Mereka masih mengejar Inter Milan yang memimpin dengan selisih tujuh poin.
Jalannya masih panjang. Tujuh laga tersisa berarti peluang itu belum sirna sama sekali. Persaingan juara Serie A musim ini masih sangat terbuka dan pasti akan berlangsung sengit sampai detik-detik terakhir.
Artikel Terkait
Nama Nenad Bacina Muncul dalam Bursa Calon Pelatih PSM Makassar Musim Depan
BMKG: Cuaca Jakarta Saat Idul Adha Cerah Berawan, Hujan Ringan di Malam Hari
Fabregas Bawa Como 1907 ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya, Manajemen Beri Kontrak Baru Rp92,6 Miliar
Industri Tambang Desak Kepastian Hukum Transisi Ekspor ke Badan Baru PT Danantara