Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI

- Kamis, 12 Februari 2026 | 19:00 WIB
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI

MURIANETWORK.COM - PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), emiten yang sahamnya ramai diperbincangkan terkait rencana akuisisi oleh Nagita Slavina, bergerak di bidang perdagangan besar bahan baku periklanan dan percetakan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Direktur Utama David Dwiputra pada Kamis (12/2/2026), perusahaan telah menerima pemberitahuan resmi terkait negosiasi tersebut. Jika kesepakatan tercapai, Nagita Slavina berpotensi menjadi pengendali baru perusahaan ini.

Profil dan Fokus Bisnis VISI

Secara resmi, VISI tercatat sebagai emiten di sektor industri yang fokus pada perdagangan besar. Inti usahanya adalah menyediakan beragam bahan baku untuk kebutuhan advertising dan percetakan. Portofolio produknya cukup luas, mencakup berbagai jenis banner, tinta khusus, kain TC, hingga material pendukung event seperti event desk dan one way vision.

Meski secara resmi berdiri pada 2018, operasional bisnis perusahaan ini telah berjalan jauh lebih lama, yaitu sejak 2007. Pengalaman selama bertahun-tahun itu telah mengantarkan VISI menjadi salah satu pemain utama di pasar, dengan jaringan distribusi yang diklaim menjangkau seluruh Indonesia.

Operasional dan Infrastruktur Pendukung

Untuk menjaga ketersediaan stok, perseroan mengimpor produk-produk utamanya dari China. Skala operasinya didukung oleh infrastruktur logistik yang mumpuni, termasuk tujuh gudang penyimpanan dengan total luas 7.222 meter persegi yang tersebar di Surabaya, Gresik, dan Bekasi.

Armada logistik yang terdiri dari 10 kendaraan bertugas mendistribusikan produk-produk tersebut ke berbagai mitra distributor. Secara spesifik, produk VISI ditujukan untuk mendukung media percetakan digital dan umumnya dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan promosi.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar