Struktur Kepemilikan Saham Terkini
Sebelum adanya wacana akuisisi, struktur kepemilikan saham VISI cukup terkonsentrasi. Berdasarkan data yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia per akhir Januari 2026, kepemilikan mayoritas masih dipegang oleh pendiri dan direktur utama perusahaan.
David Dwiputra tercatat sebagai pengendali utama dengan kepemilikan 2,20 miliar saham atau setara 71,54% dari total saham beredar. Posisi berikutnya dipegang oleh Farel Yonathan yang memiliki 200 juta saham (6,51%), sementara publik memegang sekitar 615 juta saham atau 20%.
David Dwiputra juga disebut sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham tersebut.
Perjalanan di Bursa dan Kinerja Saham
VISI melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2024. Dalam aksi korporasi itu, perseroan melepas 615 juta saham dengan harga penawaran Rp120 per saham, sehingga berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp73,80 miliar.
Kinerja sahamnya belakangan menunjukkan volatilitas yang tinggi. Pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, saham VISI ditutup melemah 9,89% ke level Rp820 per saham. Namun, dalam rentang satu bulan terakhir, catatannya justru sangat positif dengan kenaikan kumulatif mencapai 222%, sebuah pergerakan yang menarik perhatian banyak investor di tengah berita akuisisi.
Artikel Terkait
Bank bjb Salurkan Bantuan Rp700 Miliar untuk Perbaikan 35.000 Rumah di Jabar
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Tembaga dan Emas, Saham Tambang Diuntungkan
IHSG Tertekan, Saham Konglomerasi dan Perbankan Babak Belur