MURIANETWORK.COM - PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), emiten yang sahamnya ramai diperbincangkan terkait rencana akuisisi oleh Nagita Slavina, bergerak di bidang perdagangan besar bahan baku periklanan dan percetakan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Direktur Utama David Dwiputra pada Kamis (12/2/2026), perusahaan telah menerima pemberitahuan resmi terkait negosiasi tersebut. Jika kesepakatan tercapai, Nagita Slavina berpotensi menjadi pengendali baru perusahaan ini.
Profil dan Fokus Bisnis VISI
Secara resmi, VISI tercatat sebagai emiten di sektor industri yang fokus pada perdagangan besar. Inti usahanya adalah menyediakan beragam bahan baku untuk kebutuhan advertising dan percetakan. Portofolio produknya cukup luas, mencakup berbagai jenis banner, tinta khusus, kain TC, hingga material pendukung event seperti event desk dan one way vision.
Meski secara resmi berdiri pada 2018, operasional bisnis perusahaan ini telah berjalan jauh lebih lama, yaitu sejak 2007. Pengalaman selama bertahun-tahun itu telah mengantarkan VISI menjadi salah satu pemain utama di pasar, dengan jaringan distribusi yang diklaim menjangkau seluruh Indonesia.
Operasional dan Infrastruktur Pendukung
Untuk menjaga ketersediaan stok, perseroan mengimpor produk-produk utamanya dari China. Skala operasinya didukung oleh infrastruktur logistik yang mumpuni, termasuk tujuh gudang penyimpanan dengan total luas 7.222 meter persegi yang tersebar di Surabaya, Gresik, dan Bekasi.
Armada logistik yang terdiri dari 10 kendaraan bertugas mendistribusikan produk-produk tersebut ke berbagai mitra distributor. Secara spesifik, produk VISI ditujukan untuk mendukung media percetakan digital dan umumnya dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan promosi.
Struktur Kepemilikan Saham Terkini
Sebelum adanya wacana akuisisi, struktur kepemilikan saham VISI cukup terkonsentrasi. Berdasarkan data yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia per akhir Januari 2026, kepemilikan mayoritas masih dipegang oleh pendiri dan direktur utama perusahaan.
David Dwiputra tercatat sebagai pengendali utama dengan kepemilikan 2,20 miliar saham atau setara 71,54% dari total saham beredar. Posisi berikutnya dipegang oleh Farel Yonathan yang memiliki 200 juta saham (6,51%), sementara publik memegang sekitar 615 juta saham atau 20%.
David Dwiputra juga disebut sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham tersebut.
Perjalanan di Bursa dan Kinerja Saham
VISI melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2024. Dalam aksi korporasi itu, perseroan melepas 615 juta saham dengan harga penawaran Rp120 per saham, sehingga berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp73,80 miliar.
Kinerja sahamnya belakangan menunjukkan volatilitas yang tinggi. Pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, saham VISI ditutup melemah 9,89% ke level Rp820 per saham. Namun, dalam rentang satu bulan terakhir, catatannya justru sangat positif dengan kenaikan kumulatif mencapai 222%, sebuah pergerakan yang menarik perhatian banyak investor di tengah berita akuisisi.
Artikel Terkait
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS
Saham Indospring (INDS) Melonjak 21%, Riwayat Emiten Pegas Kendaraan Kembali Diingat
Nagita Slavina Masuk Sebagai Calon Pengendali Baru PT VISI, Saham Terkoreksi Tajam