Trump Pangkas Tarif India, Modi Balas dengan Komitmen Belanja Ratusan Miliar Dolar

- Selasa, 03 Februari 2026 | 07:54 WIB
Trump Pangkas Tarif India, Modi Balas dengan Komitmen Belanja Ratusan Miliar Dolar

Meski begitu, ekonom Madhavi Arora dari Emkay Global melihat langkah ini positif. Ia bilang, tarif 18 persen akan menyelaraskan India dengan negara-negara Asia lain yang tarifnya berkisar 15-19 persen. "Ini akan menghilangkan tekanan besar terhadap ekspor India dan nilai tukar rupee," katanya.

Tekanan itu memang nyata. Sejak tarif AS diberlakukan, pasar keuangan India termasuk yang terburuk kinerjanya di antara negara berkembang sepanjang 2025, dengan arus keluar dana asing yang masif.

Respons Hangat dari New Delhi

Di sisi lain, respons dari PM Modi sangat antusias. Ia langsung membalas kabar baik itu di platform X.

"Senang berbicara dengan sahabat saya Presiden Trump hari ini. Gembira produk Made in India kini dikenakan tarif yang lebih rendah sebesar 18 persen," tulis Modi.

"Terima kasih besar kepada Presiden Trump atas nama 1,4 miliar rakyat India."

Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, menambahkan bahwa kesepakatan ini akan mempererat hubungan ekonomi kedua negara dan membuka peluang besar, terutama bagi petani, UMKM, dan tenaga kerja terampil India.

Kesepakatan dengan AS ini datang hampir berbarengan dengan momen lain bagi India. Kurang dari seminggu sebelumnya, mereka baru saja menandatangani perjanjian dagang dengan Uni Eropa yang menghapus atau menurunkan tarif untuk sebagian besar barang.

Lalu, bagaimana dengan ketergantungan India pada minyak Rusia? Sebagai importir minyak terbesar ketiga di dunia, India memang sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energinya. Minyak murah dari Rusia pasca-invasi ke Ukraina 2022 sangat membantu menekan biaya. Tapi belakangan, impor itu mulai menyusut.

Menurut laporan Reuters, impor minyak Rusia oleh India pada Januari sekitar 1,2 juta barel per hari. Angka itu diperkirakan turun jadi 1 juta barel di Februari, dan mungkin hanya 800 ribu barel per hari pada Maret mendatang. Perlahan tapi pasti, arahnya mulai berubah.


Halaman:

Komentar