Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya tekad bulat: spanduk dan bendera partai politik harus lenyap dari flyover ibukota. Ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto soal penataan ruang publik.
“Saya benar-benar pengen menertibkan,” tegas Pramono saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa lalu. “Enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu dipasang spanduk atau bendera partai. Apalagi kalau ada acara, itu mengganggu banget lalu lintas.”
Nada bicaranya tegas. Bagi Pramono, arahan dari Istana itu akan dijalankan sepenuhnya, tanpa kompromi. Visinya sederhana: Jakarta harus tampil lebih rapi, lebih bersih, dan jauh lebih tertib daripada sekarang.
“Apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, 1.000 persen pasti saya jalankan,” ujarnya mantap. “Jakarta harus lebih rapi dan lebih bersih.”
Namun begitu, penertiban atribut politik bukan satu-satunya fokus. Pramono juga menyoroti beberapa masalah klasik yang kerap bikin pemandangan kota jadi semrawut. Kabel-kabel yang berantakan, misalnya. Lalu, soal trotoar.
Ia berjanji, ruang bagi pejalan kaki itu akan benar-benar dikembalikan fungsinya. “Saya juga minta trotoar yang sudah dibangun jangan sampai kemudian dimanfaatkan untuk hal lain,” katanya. “Itu pasti akan kami tertibkan.”
Jadi, tampaknya ibukota sedang bersiap untuk perubahan. Setidaknya, di permukaan. Kebijakan baru ini bisa jadi langkah awal menuju tata kota yang lebih manusiawi jika konsisten dijalankan.
Artikel Terkait
Macron Kecam Serangan di Selat Hormuz yang Lukai Awak Kapal Prancis
IP Expo Indonesia 2026 Kembali Digelar, Targetkan Kemitraan Strategis di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kekayaan Intelektual
Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jatuh pada 14 Mei, Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Kapal Pesiar Belanda Terisolasi di Tanjung Verde Akibat Wabah Hantavirus, Tiga Tewas