Dengan aksi beli ini, kepemilikan Erwin di CDIA kini menyentuh angka 0,001 persen dari total modal perusahaan. Memang porsinya masih kecil. Namun begitu, langkah ini secara otomatis menempatkannya dalam daftar jajaran manajemen CDIA yang memiliki saham perseroan. Selama ini, komisaris lain, Andre Khor, masih memegang posisi sebagai pemegang saham terbesar di internal manajemen dengan kepemilikan 19,25 juta saham.
Erwin sendiri bukan nama baru. Di lingkup Chandra Asri Group, dia memegang banyak peran. Posisinya yang paling menonjol adalah sebagai Presiden Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Selain itu, dia juga duduk di kursi komisaris untuk beberapa perusahaan grup, termasuk CDIA ini, lalu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Bagaimana dengan pergerakan saham CDIA-nya? Hingga siang tadi, saham CDIA tercatat melemah 2,02 persen ke level Rp1.210. Tekanan jual sepertinya masih berlanjut. Saham emiten infrastruktur milik taipan Prajogo Pangestu ini memang sedang tertekan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, sejak awal tahun 2026, pelemahannya sudah mencapai 28 persen. Situasi yang cukup menantang.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya: Saatnya Serok-Serok Saham di Tengah Koreksi
InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu Bali-Nusra Lewat Kolaborasi Regional
Prasetyo Hadi Bantah Keterlibatan Istana dalam Mundurnya Dirut BEI
Pemerintah Pacu Demutualisasi BEI dan Naikkan Free Float, Respons Tekanan Global