Di hadapan para pimpinan nasional Partai Golkar yang berkumpul di Jakarta Barat, Sabtu lalu, Bahlil Lahadalia bicara blak-blak-blakan. Intinya satu: Golkar bukan warisan keluarga atau kelompok tertentu. Partai ini, tegasnya, milik rakyat sepenuhnya.
"Yang bisa mengklaim Golkar ini punya siapa adalah seluruh rakyat Indonesia," kata Bahlil dengan nada tegas.
Dia menegaskan hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, sejak awal kelahirannya, Golkar sudah dibentuk oleh para pendiri bangsa untuk rakyat. Bukan dibuat oleh sekelompok elite. Karena itu, klaim-klaim kepemilikan eksklusif sama sekali tak dibenarkan. "Enggak boleh satu kelompok tertentu merasa punya partai Golkar ini, apalagi keluarga tertentu," ucapnya lagi.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM ini kemudian bicara soal kultur dalam partai. Dia mengingatkan agar para kader tidak terjebak pada pengkultusan individu atau feodalisme. Partai harus dijalankan berdasarkan aturan, bukan karena sosok tertentu.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 33 Lapas Baru, Tapi Dana Rp 2,3 Triliun Masih Mengambang
Gebrakan ETLE Mobile di Sumsel: 173 Pelanggaran Tertangkap di Hari Pertama Operasi
Firasat Pejabat PPK Terbukti: Proyek Chromebook Rp 2,1 Triliun Berujung di Meja Hijau
Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas, Usut Keterkaitan Saham Gorengan dengan IHSG Anjlok