Di tengarai gejolak pasar global yang makin tak menentu, Bank Indonesia memutuskan untuk mengencangkan strategi pengelolaan cadangan devisanya. Langkah ini diambil sebagai antisipasi atas volatilitas yang terus menghantui lanskap keuangan internasional belakangan ini.
Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa penerapan sebuah paradigma baru dalam mengelola cadangan devisa bukanlah hal sepele. Ini merupakan bagian krusial dari sinergi kebijakan nasional yang bersifat transformatif terutama untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan sektor eksternal kita.
"Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat,"
ujar Aida dalam Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026, Kamis (29/1) lalu.
Menurutnya, ada lima pilar sinergi strategis yang diperkuat pemerintah dan bank sentral. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada periode 2026-2027.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri
PGJO Lepas Anak Usaha Pariwisata, Fokus Beralih ke Logistik dan Tambang