Malam itu di Kalimalang, Bekasi, lalu lintas mulai menggeliat. Bukan kemacetan parah, tapi riak-riak pemudik yang mulai berdatangan. Di antara mereka, ada sekelompok pria dengan tiga motor yang bersiap untuk perjalanan panjang. Mereka adalah gambaran dari fenomena tahunan: mudik Lebaran dengan segala ceritanya.
Ifan, pria 40 tahun asal Jakarta Utara ini, akan menempuh perjalanan ke Bumiayu, Brebes. Bersama lima temannya, mereka memacu motor sejak Selasa malam. Perjalanan yang, menurut hitungannya, bisa molor hingga 16 jam. Cukup melelahkan.
"Saya dari Jakarta Utara mau ke Jawa Tengah, mau mudik, tiga motor," ujar Ifan, ditemui di sela persiapan berangkatnya.
"Kalau estimasi sih 8-9 jam. Tapi kenyataannya? Bisa molor sampai 12-16 jam. Tergantung kita bawa motornya gimana, plus kondisi jalan yang nggak bisa ditebak," tambahnya.
Sebenarnya, ini bukan pengalaman pertamanya. Ifan sudah dua kali mudik pakai motor. Ia mengakui, naik mobil jelas lebih nyaman. "Lebih cepat naik mobil, dan lebih nyaman. Tinggal duduk, tidur, nyaman. Kalau naik motor, aku harus bener-bener fokus, ngikutin yang tahu jalan atau sibuk sama Google Maps. Agak was-was sih, rasa-rasanya nggak nyampe-nyampe gitu. Kalau pakai mobil, tahu-tahu sudah sampai."
Namun begitu, ada alasan kuat di balik pilihannya yang terlihat 'susah payah' ini. Bagi Ifan dan kawan-kawannya, momen mudik ini sekaligus jadi ajang touring. Selain itu, ada pertimbangan praktis begitu sampai kampung halaman.
"Iya, sekalian touring aja. Soalnya kalau di daerah, transportasinya terbatas banget. Jadi saya butuh motornya di sana," jelasnya.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Contraflow dan Siapkan One Way Nasional Antisipasi Lonjakan Mudik di Tol Trans Jawa
Wali Kota Makassar Tegaskan Takbiran Diperbolehkan, Konvoi dan Petasan Dilarang
TNI Tunggu Instruksi Presiden Prabowo untuk Pengiriman Pasukan ke Gaza
Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Bangka Selatan, Sita 10,53 Gram