Pasar Mobil Baru Lesu, Bengkel dan Suku Cadang Justru Ramai

- Jumat, 05 Desember 2025 | 12:42 WIB
Pasar Mobil Baru Lesu, Bengkel dan Suku Cadang Justru Ramai

Pasar mobil baru di Indonesia sepanjang 2025 terasa dingin. Data dari Gaikindo menunjukkan angka yang cukup jelas: dari Januari hingga Oktober, penjualan hanya menyentuh 634 ribu unit. Itu artinya ada penurunan signifikan, sekitar 10,6 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Lantas, ke mana perginya minat beli? Rupanya, banyak orang sekarang lebih memilih untuk memanjakan mobil yang sudah ada di garasi. Daripada tergoda showroom, mereka memfokuskan anggaran untuk perawatan dan perbaikan.

Hal ini diamini oleh pelaku industri. Yudhi Kristianto, Presiden Direktur PT Tasti Anugerah Mandiri, dealer resmi suku cadang Toyota, melihat tren ini langsung di lapangan.

"Penjualan mobil memang lagi turun," ujarnya dalam sebuah acara gathering di Surabaya belum lama ini. "Orang-orang sekarang lebih milih merawat mobil yang sudah dimiliki."

Efek domino dari situasi ini pun terlihat. Di tengah lesunya penjualan unit baru, bisnis suku cadang justru kebanjiran order.

"Di tempat kami, penjualan suku cadang Toyota tahun ini naik hampir 10 persen," imbuh Yudhi, menyebut angka yang kontras dengan pasar mobil baru.

Menurutnya, masyarakat kini lebih kritis dan aktif. Mereka tak segan merogoh kocek untuk perawatan, tapi dengan pertimbangan matang. Pilihan sering jatuh pada produk suku cadang alternatif yang harganya lebih bersahabat, namun dianggap tetap bisa diandalkan. Salah satu contohnya adalah T-OPT.

Brand suku cadang alternatif dari Toyota ini memang sedang naik daun. Sejak diluncurkan tahun lalu, penetrasi pasarnya melesat cepat.

"Saat ini, T-OPT sudah bisa ditemui di lebih dari 700 toko dan bengkel umum di seluruh Indonesia," tutur Yudhi. Angka itu, katanya, melonjak tiga kali lipat dibanding pencapaian di 2024. Sebuah pertumbuhan yang menggambarkan pergeseran selera konsumen secara nyata.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar