Di sisi lain, tekanan inflasi pun terlihat mereda. Hingga Desember 2025, inflasi harga konsumen tercatat di angka 2,5 persen. Bukan level yang mengkhawatirkan.
“Secara keseluruhan, situasinya tidak cukup mendesak untuk memerlukan tindakan kebijakan dari The Fed,”
kata Yelena Shulyatyeva, ekonom senior AS di Conference Board. Intinya, kondisi saat ini memberi ruang bagi The Fed untuk menunggu dan mengamati.
Keputusan resmi akan diumumkan Rabu (28/1) besok, sekitar pukul 2.30 siang waktu Washington DC, usai pertemuan para petinggi bank sentral. Namun, dampak politiknya mungkin tak sesederhana itu.
Bila The Fed benar-benar menahan suku bunga, langkah ini berpotensi memicu reaksi dari Presiden Donald Trump. Tapi di balik itu, pertemuan Januari ini justru bisa jadi kesempatan bagi Powell. Ia mungkin bisa mengalihkan perhatian publik dari drama politik dan ancaman hukum yang sedang ia hadapi yang juga bersumber dari Trump.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir ke 8.921, Saham Blue Chip Terus Tertekan
BEI Ungkap Target: Danantara Siap Masuk Pasar Modal Tahun Ini
Gelombang Jual Saham Konglomerasi Menyapu Bursa, MSCI Jadi Biang Kerok
IHSG Tersungkur di Tengah Geliat Pasar Asia