Federal Reserve, atau The Fed, tampaknya akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari ini. Analis melihat, kondisi pasar tenaga kerja Amerika yang cukup solid menjadi alasan utama.
Sinyal ini, seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (27/1), juga mengalir dari sejumlah pejabat internal yang dekat dengan sang ketua, Jerome Powell. Mereka sepertinya tak ingin terburu-buru.
“Mereka kini pada dasarnya sudah berada dalam kisaran estimasi suku bunga netral. Hal itu memunculkan sikap yang lebih berhati-hati, dengan urgensi yang lebih rendah untuk melakukan pemangkasan suku bunga lanjutan,”
Demikian penjelasan Josh Hirt, ekonom senior AS di The Vanguard Group.
Perlu diingat, The Fed sebelumnya sudah tiga kali berturut-turut memotong suku bunga. Langkah itu diambil untuk menyangga pasar kerja sekaligus menekan laju inflasi. Dan hasilnya? Cukup menggembirakan.
Data terbaru menunjukkan, tingkat pengangguran yang sempat melonjak ke 4,5 persen level tertinggi pada November 2025 kini mulai merangkak turun. Indikator tenaga kerja lain juga memberi sinyal positif: gelombang PHK besar-besaran tampaknya takkan terjadi, meski perekrutan berjalan agak lambat.
Artikel Terkait
CBDK Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun, Melonjak 48% di 2025
BCA Bagikan Dividen Final Rp34,5 Triliun, Total 2025 Capai Rp41,4 Triliun
Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik