Ada cerita khusus untuk ANJ Agri Papua. Penutupannya sekaligus menandai rencana ANJT untuk keluar dari bisnis sagu. Perusahaan yang beroperasi di Sorong Selatan, Papua, ini selama ini mengelola kelapa sawit sekaligus sagu.
Di sisi lain, ANJT memastikan bahwa langkah ini juga tidak akan menimbulkan masalah hukum atau reputasi. Baik di mata investor, karyawan, maupun mitra bisnis. Perusahaan berjanji akan memenuhi semua kewajiban kontraktual yang ada.
Harapannya jelas. Hilman berpendapat bahwa dengan memangkas unit yang kurang strategis, efisiensi perusahaan bisa meningkat. Pada akhirnya, langkah ini diyakini akan mendongkrak profitabilitas ANJT di masa yang akan datang.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Pelaku Usaha Soroti Peluang Nyata di Balik Kesepakatan Ekonomi Indonesia-Inggris
Pajak Kripto Meroket Meski Transaksi Anjlok, Tembus Rp 719 Miliar
BULOG Tegaskan 7% Bukan Keuntungan, Tapi Kompensasi Negara
Komisaris PT Mutuagung Lestari Firdaus Wafat, Bisnis Tetap Berjalan