Ada cerita khusus untuk ANJ Agri Papua. Penutupannya sekaligus menandai rencana ANJT untuk keluar dari bisnis sagu. Perusahaan yang beroperasi di Sorong Selatan, Papua, ini selama ini mengelola kelapa sawit sekaligus sagu.
Di sisi lain, ANJT memastikan bahwa langkah ini juga tidak akan menimbulkan masalah hukum atau reputasi. Baik di mata investor, karyawan, maupun mitra bisnis. Perusahaan berjanji akan memenuhi semua kewajiban kontraktual yang ada.
Harapannya jelas. Hilman berpendapat bahwa dengan memangkas unit yang kurang strategis, efisiensi perusahaan bisa meningkat. Pada akhirnya, langkah ini diyakini akan mendongkrak profitabilitas ANJT di masa yang akan datang.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Wall Street Turun Tertekan Eskalasi Konflik Iran dan Ancaman Harga Minyak
Wall Street Turun Tertekan Ancaman Perang dan Lonjakan Harga Minyak
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham