Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja

- Kamis, 12 Maret 2026 | 00:35 WIB
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja

Setelah lebih dari tiga dekade mengabdi, seorang direktur utama perusahaan otomotif ternama memutuskan untuk mengundurkan diri. Yosaphat Panuturi Simanjuntak, Direktur PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), resmi mengajukan pengunduran dirinya. Langkah ini diambilnya setelah 36 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam surat pengunduran dirinya, Yosaphat menyebut keputusan ini bukanlah hal yang mudah. Dia telah mempertimbangkannya matang-matang, baik dari sisi pribadi maupun profesional. Perusahaan komponen otomotif ini sendiri merupakan bagian dari grup milik taipan ternama, TP Rachmat.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan, kepercayaan, dan kerja sama yang telah diberikan selama saya menjabat di perusahaan ini,"

katanya, Rabu (11/3/2026).

Pria yang menjabat sebagai direktur sejak 2006 ini sebenarnya sudah seperti menjadi bagian dari sejarah perusahaan. Pengangkatannya diperbarui lewat Akta No.199/2021, menandakan total 20 tahun ia memimpin. Karirnya di DRMA dimulai jauh sebelum itu, tepatnya pada 1990, dengan posisi awal sebagai engineer.

Dari sana, perjalanannya cukup mengesankan. Yosaphat berhasil menapaki jenjang karir, mulai dari supervisor, lalu naik menjadi manajer, sebelum akhirnya dipercaya menduduki kursi direksi. Sebelumnya, ia sempat mengumpulkan pengalaman di PT Mega Eltra.

Di sisi lain, latar belakang pendidikannya adalah D3 Teknik Mesin dari Akademi Teknik Mesin Indonesia St. Mikael, Surakarta, yang ia rampungkan pada 1986. Jabatannya tak cuma satu; selain di DRMA, ia juga merangkap sebagai Direktur Utama di dua perusahaan lain: PT Dharma Precision Tools dan PT Saikono Otoparts Indonesia.

Kini, dengan kepemilikan saham sekitar 60,80 juta lembar saham DRMA atau setara 1,29%, nilai portofolionya cukup fantastis. Mengingat harga saham DRMA berkisar di level Rp970 per lembar, total kekayaannya dari saham itu saja ditaksir mencapai Rp59 miliar.

Kepergiannya tentu meninggalkan jejak. Sebuah akhir dari satu babak panjang, sekaligus awal baru baik bagi perusahaan maupun bagi Yosaphat sendiri.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar