Vietnam sedang bersiap. Di bawah kepemimpinan baru, negeri itu mengarahkan pandangannya pada satu target yang ambisius: pertumbuhan ekonomi dua digit. To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam yang hampir pasti akan mengamankan jabatan penuh lima tahun dan berpeluang merangkap sebagai presiden menegaskan perlunya sebuah model pertumbuhan baru. Targetnya jelas: mencapai angka 10 persen atau lebih hingga tahun 2030.
Dalam pidato pembukaannya di Kongres Nasional Partai di Hanoi, Lam bersuara lantang. Ia menekankan bahwa Vietnam harus berani melakukan pembaruan menyeluruh. Mulai dari cara berpikir, kelembagaan, hingga tata kelola negara. Di tengah ketegangan geopolitik global, terutama rivalitas AS dan China, teknologi, sektor swasta, dan reformasi institusi disebutnya sebagai pilar utama untuk menjaga laju ekspansi ekonomi.
“Kita harus bertindak tegas dan resolut. Tanpa inovasi dan reformasi, tidak akan ada terobosan dan daya saing,”
ucap Lam di hadapan para delegasi, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (24/1).
Ambisi besar ini datang bersamaan dengan konsolidasi kekuasaan Lam di pucuk pimpinan. Selain kembali ditetapkan sebagai sekretaris jenderal, ia juga disebut-sebut akan merangkap jabatan presiden. Kombinasi langka ini jelas memperkuat cengkeramannya dalam menentukan arah kebijakan, baik ekonomi maupun diplomasi. Tak heran, partai pun menyetujui rencana pembangunan lima tahun baru yang secara gamblang menargetkan pertumbuhan dua digit.
Selama 18 bulan terakhir, Lam memang tak main-main. Ia telah mendorong reformasi paling signifikan dalam empat dekade terakhir. Birokrasi dipangkas, satu tingkat pemerintahan daerah dihapus, jumlah provinsi dikurangi. Bagi investor asing, langkah ini adalah sinyal serius untuk mengurangi hambatan perizinan dan mempercepat pengambilan keputusan. Meski begitu, di dalam negeri, kebijakannya menuai resistensi. Sebagian elite partai merasa struktur kekuasaan lama mereka tergerus.
Di sisi lain, Lam punya pandangan jelas tentang peran sektor swasta. Ia menempatkannya sebagai “salah satu mesin pertumbuhan terpenting”, dengan dorongan untuk membangun konglomerasi swasta nasional yang besar dan kuat. Namun begitu, peran negara tetap dijaga. Perusahaan milik negara (BUMN) diarahkan untuk menjadi penopang stabilitas makroekonomi sekaligus penentu arah strategis di sektor-sektor vital.
Ambisi Vietnam tak berhenti di situ. Pemerintahnya berhasrat naik kelas dalam rantai nilai global. Mereka ingin mengembangkan industri masa depan: semikonduktor, otomasi, robotika, energi bersih, dan infrastruktur strategis. Target jangka panjangnya terbilang tinggi: membawa Vietnam menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Tentu saja, jalan menuju target itu tidak mulus. Tantangan eksternal menghadang. Vietnam masih bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan, sambil harus tetap menjaga hubungan baik dengan China, mitra dagang terbesarnya. Meski dikenai tarif AS sebesar 20 persen, ekonomi Vietnam tahun lalu masih tumbuh sekitar 8 persen. Ekspansi kredit, kebijakan fiskal yang suportif, dan lonjakan pariwisata menjadi pendorong utamanya.
Menurut pengamat, arah kebijakan Lam ini menandai pergeseran penting. Berbeda dengan era pendahulunya, Nguyen Phu Trong, yang lebih menekankan disiplin partai dan stabilitas internal. Kini, fokusnya tampak semakin jelas: pertumbuhan ekonomi yang dipimpin sektor swasta, inovasi teknologi, dan investasi asing langsung.
“Ini bukan sekadar janji kebijakan baru, melainkan konsolidasi atas reformasi yang sudah berjalan,”
kata seorang ekonom. Kongres partai, menurutnya, adalah panggung bagi Lam untuk mengukuhkan agenda pertumbuhan agresif sebagai landasan kepemimpinannya ke depan.
Jadi, dengan kekuasaan politik yang menguat dan agenda reformasi yang ambisius, To Lam tampaknya ingin memastikan satu hal. Vietnam tidak hanya harus tumbuh cepat, tetapi juga naik kelas. Meski jalan di depannya dipastikan penuh tantangan, dari dalam maupun dari tekanan global yang tak kunjung reda.
Artikel Terkait
Garudafood Bagikan Dividen Rp350 Miliar, Rp9,5 per Saham
OJK Ungkap Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Jadi Acuan MSCI Keluarkan Emiten dari Indeks
BRI Ramaikan Clash of Legends 2026 dan Luncurkan Kartu Debit Spesial Barcelona
Geoprima Solusi Akuisisi Aset Rp78,5 Miliar, Bertransformasi Jadi Pemain Industri Komponen Mekanikal