Wolverhampton – Chelsea pulang membawa tiga poin dari markas Wolverhampton Wanderers, Sabtu lalu. Skor akhir 3-1 cukup untuk mengamankan kemenangan, tapi di balik angka itu, ada rasa tak puas yang jelas terasa dari kubu sang manajer, Liam Rosenior.
Ya, menang memang. Tapi Rosenior ngomong terus terang: dia kecewa. Menurutnya, sebenarnya timnya bisa menjaga gawang tanpa kebobolan. Fakta bahwa mereka akhirnya kemasukan satu gol itu jadi catatan penting yang harus dibenahi.
"Rasanya frustrasi, tahu? Setiap kali kebobolan," ujar Rosenior.
Dia melanjutkan, "Kami selalu menargetkan clean sheet. Memang, performa di babak kedua sudah jauh lebih baik. Cuma, ya, idealnya permainan bagus itu harus konsisten dari menit pertama sampai akhir."
Rosenior tampaknya gerah dengan kemudahan lawan mendapat peluang, terutama dari situasi bola mati. Itu jadi fokus evaluasinya.
"Saya enggak mau tim saya lengah saat hadapi bola mati. Juga jangan sampai memberi ruang mudah buat lawan. Itu hal-hal mendasar yang harus kami perbaiki," tegasnya.
Di sisi lain, pelatih itu tetap optimis. Dia yakin dengan waktu latihan yang lebih banyak, timnya akan makin matang mengendalikan alur pertandingan.
"Nanti akan lebih banyak lagi laga yang menuntut kami mengatur ritme permainan. Kalau sudah bisa, kami akan jadi tim yang sulit dikalahkan," terang Rosenior.
Yang menarik, dia justru melihat sisi positif dari kekecewaan para pemainnya sendiri. Reaksi mereka saat kebobolan menunjukkan semangat dan standar tinggi yang dipegang.
"Saya lihat sendiri frustrasi di wajah mereka. Saya suka itu. Itu artinya mereka punya ambisi. Selain itu, saya juga pengin kami lebih dominan menguasai bola. Kalau bola ada di kaki kita, ya lawan pasti kesulitan mencetak gol," tutupnya.
(ASM)
Artikel Terkait
Menkes Ingatkan Risiko Fatal Jika Terapi Pasien Gagal Ginjal dan Kanker Terputus
Teguran Soal Kebisingan Drum Berujung Penganiayaan dan Laporan Balasan di Cengkareng
Pelajar SMK Tewas Kecelakaan Diduga Akibat Jalan Berlubang di Matraman
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Remaja di Cempaka Putih Diamankan, Motif Diduga Acak