Pasar komoditas Jumat kemarin (23/1) ditutup dengan warna-warni. Ada yang melesat, ada yang diam, tak sedikit pula yang melemah. Secara garis besar, pergerakan harga cukup fluktuatif sepanjang hari itu.
Nikel dan timah jadi bintangnya, keduanya catatkan kenaikan yang cukup signifikan. Tak ketinggalan, minyak mentah juga ikut meroket, didorong oleh berita geopolitik yang panas dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, nasib berbeda dialami CPO yang justru terpantau turun. Sementara itu, harga batu bara cenderung stabil, tidak banyak beranjak dari posisi sebelumnya.
Minyak Mentah: Gejolak Timur Tengah Dongkrak Harga
Harga minyak mentah benar-benar menutup pekan dengan sentimen kuat. Levelnya mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari sepekan. Pemicu utamanya? Pernyataan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Trump meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi tambahan untuk kapal-kapal pengangkut minyak Iran. Ia juga mengumumkan pengiriman armada ke wilayah tersebut. Langkah ini langsung disambut pasar dengan kekhawatiran.
Kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari kawasan itu kembali mencuat. Apalagi, peringatan Trump ke Teheran agar tidak membunuh demonstran atau menghidupkan program nuklirnya, membuat situasi makin tegang.
Belum lagi soal Kazakhstan yang masih kesulitan memulihkan produksi di salah satu ladang minyak terbesarnya. Faktor-faktor itulah yang mendorong harga naik.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik USD 1,82, atau sekitar 2,8 persen, ditutup di USD 65,88 per barel. Itu level tertinggi sejak 14 Januari.
Artikel Terkait
IHSG Tumbang, Tapi 10 Saham Ini Justru Melonjak hingga Lebih dari 100%
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun
MNC Sekuritas Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang SDM Digital
Tragedi di PLTU Sukabangun: Audit Ketat dan Janji Hukum untuk Akhiri Duka