Gejolak Timur Tengah Pacu Minyak dan Nikel, Timah Melonjak 9,5%

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:42 WIB
Gejolak Timur Tengah Pacu Minyak dan Nikel, Timah Melonjak 9,5%

Pasar komoditas Jumat kemarin (23/1) ditutup dengan warna-warni. Ada yang melesat, ada yang diam, tak sedikit pula yang melemah. Secara garis besar, pergerakan harga cukup fluktuatif sepanjang hari itu.

Nikel dan timah jadi bintangnya, keduanya catatkan kenaikan yang cukup signifikan. Tak ketinggalan, minyak mentah juga ikut meroket, didorong oleh berita geopolitik yang panas dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, nasib berbeda dialami CPO yang justru terpantau turun. Sementara itu, harga batu bara cenderung stabil, tidak banyak beranjak dari posisi sebelumnya.

Minyak Mentah: Gejolak Timur Tengah Dongkrak Harga

Harga minyak mentah benar-benar menutup pekan dengan sentimen kuat. Levelnya mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari sepekan. Pemicu utamanya? Pernyataan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Trump meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi tambahan untuk kapal-kapal pengangkut minyak Iran. Ia juga mengumumkan pengiriman armada ke wilayah tersebut. Langkah ini langsung disambut pasar dengan kekhawatiran.

Kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari kawasan itu kembali mencuat. Apalagi, peringatan Trump ke Teheran agar tidak membunuh demonstran atau menghidupkan program nuklirnya, membuat situasi makin tegang.

Belum lagi soal Kazakhstan yang masih kesulitan memulihkan produksi di salah satu ladang minyak terbesarnya. Faktor-faktor itulah yang mendorong harga naik.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik USD 1,82, atau sekitar 2,8 persen, ditutup di USD 65,88 per barel. Itu level tertinggi sejak 14 Januari.

Sementara minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), menguat USD 1,71 (2,9 persen) ke posisi USD 61,07 per barel. Keduanya mencatat kenaikan mingguan lebih dari 2,5 persen.

Batu Bara: Posisi Stabil

Berbeda dengan minyak, harga batu bara terpantau cukup tenang di akhir pekan. Posisinya stabil, bertahan di angka USD 109,55 per ton berdasarkan pantauan.

CPO: Sedikit Melemah

Harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO justru mengalami penurunan. Pada penutupan Jumat, harganya turun 0,34 persen menjadi MYR 4.128 per ton.

Nikel dan Timah: Naik Pesat

Di logam, performa nikel dan timah sungguh menarik perhatian. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) melonjak 4,22 persen menjadi USD 18.756 per ton.

Namun, yang paling dramatis adalah timah. Komoditas ini benar-benar melesat dengan kenaikan fantastis 9,52 persen. Harga timah di LME akhirnya menetap di level USD 56.816 per ton.

Jadi, itulah dinamika pasar komoditas di akhir pekan lalu. Sentimen geopolitik masih jadi penggerak utama, sementara faktor permintaan dan pasokan lokal juga memberi warna tersendiri.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar