Emas Mendekati Angka Ajaib, Perak Terbang di Atas Awan Euforia

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:20 WIB
Emas Mendekati Angka Ajaib, Perak Terbang di Atas Awan Euforia

Jika emas sudah panas, perak malah seperti kebakaran. Pada hari yang sama, logam putih ini melesat liar hingga menembus level USD 100 per ons. Aksi beli investor ritel dan momentum trading mendorongnya, diperparah oleh pasokan fisik yang ketat. Sejak awal 2026 saja, kenaikannya sudah gila-gilaan: 44 persen! Itu setelah tahun 2025 ia melonjak hampir 150 persen.

Tapi hati-hati. Para analis teknikal bilang, kenaikan secepat ini justru membuat posisinya rentan. “Perak saat ini ada di pusaran euforia yang bergerak sendiri,” kata Rhona O’Connell, analis StoneX.

“Ditunggangi risiko geopolitik yang mendukung emas, perak ikut naik. Apalagi harganya per unit lebih murah, jadi lebih terjangkau untuk diburu. Tapi waspadalah. Ketika retakan mulai muncul, bisa jadi jurang yang dalam.”

Perak spot akhirnya ditutup di USD 103,38 per ons. Sebuah rekor baru lagi. Yang menarik, rasio harga emas-perak menyempit drastis. Kini cuma butuh 50 ons perak untuk beli 1 ons emas, turun jauh dari 105 ons pada April lalu. Rasio ini, bagi banyak trader, adalah sinyal bahwa kenaikan perak sudah terlalu dipaksakan, terlalu "streched".

Michael Widmer, ahli strategi Bank of America, punya pandangan lebih sober. Ia memperkirakan harga wajar perak sebenarnya ada di sekitar USD 60 per ons. Menurutnya, permintaan dari industri panel surya mungkin sudah memuncak tahun lalu. Sementara itu, harga yang melambung tinggi justru mulai menekan permintaan industri secara keseluruhan.

Jadi, apa yang kita saksikan sekarang? Pesta spekulasi yang panas, didorong ketakutan dan keserakahan. Emas mendekati angka magis, sementara perak terbang tinggi di atas awan euforia. Semua orang ingin ikut, tapi sedikit yang siap jika pesta ini tiba-tiba berakhir.


Halaman:

Komentar