Nilai transaksi harian pun ikut terdongkrak, naik 3,59 persen menjadi Rp33,85 triliun. Tapi ada satu angka yang justru turun tipis: frekuensi transaksi harian. Angkanya terkoreksi 2,66 persen menjadi 3,75 juta kali per hari.
Di balik semua fluktuasi ini, sentimen investor asing tetap hangat, bahkan bisa dibilang optimistis. Pada perdagangan Jumat (23/1) saja, mereka mencatatkan net buy atau pembelian bersih senilai Rp759 miliar.
Kepercayaan itu bukan cuma sesaat. Secara akumulatif sepanjang 2026, modal asing terus mengalir deras ke pasar kita.
"Investor asing pada Jumat mencatatkan nilai beli bersih Rp759 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp4,05 triliun," pungkas Kautsar.
Jadi, meski pekan ini ditutup dengan koreksi, catatan rekor dan minat kuat investor asing memberikan warna tersendiri. Seperti biasa, pasar saham memang selalu penjang kejutan.
Artikel Terkait
Pemerintah Batalkan Kuota Tambang, Harga Nikel Global Mulai Bangkit
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
IHSG Tumbang, Tapi 10 Saham Ini Justru Melonjak hingga Lebih dari 100%
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun