Wall Street Bangkit Setelah Trump Tarik Ancaman Tarif, Tapi Tantangan Masih Menanti

- Jumat, 23 Januari 2026 | 06:24 WIB
Wall Street Bangkit Setelah Trump Tarik Ancaman Tarif, Tapi Tantangan Masih Menanti

Mencerminkan optimisme itu, indeks Russell 2000 untuk saham berkapitalisasi kecil naik 0,8 persen dan mencapai level penutupan tertinggi sepanjang masa. Selera risiko investor tampaknya kembali menguat.

Tapi tantangan belum berakhir. Musim laporan keuangan memasuki fase intensif. Perusahaan-perusahaan akan membeberkan bagaimana tekanan biaya dan gejolak makro memengaruhi kinerja mereka. Pekan depan, misalnya, banyak dari saham "Magnificent Seven" yang akan melaporkan pendapatan. Mengingat bobotnya yang besar di indeks, gerakan mereka bisa menentukan arah pasar.

Pada Kamis, ketujuh saham itu memang menguat. Meta melonjak 5,7 persen, disusul Tesla yang naik 4,2 persen.

Sektor perbankan umumnya bergerak positif menanggapi laporan pendapatan. Tapi Huntington Bancshares justru anjlok 6 persen karena biaya akuisisinya membebani laporan kuartal IV. Beberapa bank regional lain seperti Fifth Third Bancrop dan Regions Financial juga ikut melemah.

Ada juga yang bersinar. Procter & Gamble naik 2,6 persen setelah pengumuman hasil kuartal. Intel merangkak naik tipis, menambah keuntungan tahunannya menjadi 47,2 persen.

Tapi tidak semua cerita berakhir baik. Saham Abbott terjun bebas 10 persen penurunan harian terburuk sejak 2002 setelah perusahaan memperkirakan laba kuartal berjalan di bawah ekspektasi. GE Aerospace juga turun 7,4 persen meski proyeksi laba tahunannya justru di atas estimasi. Produsen saus Cholula, McCormick, ikut terpuruk 8,1 persen karena perkiraan laba tahun 2026 yang lemah.

Jadi, meski sempat dihantam gejolak politik, pasar sepertinya berusaha bangkit. Tapi semua masih bisa berubah, tergantung pada angka-angka yang akan keluar dari laporan perusahaan dalam beberapa hari ke depan.


Halaman:

Komentar