Setelah diterjang banjir bandang, dua jembatan penting di Aceh akhirnya bisa dilalui lagi. Kabar baik ini langsung dirasakan masyarakat. Arus logistik yang sempat tersendat, kini mulai mengalir lancar. Mobilitas warga di sejumlah wilayah pun perlahan kembali normal.
Yang pertama adalah Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Bireuen. Jembatan ini bagian dari jalur nasional Banda Aceh-Medan, dan sempat putus total akhir November lalu. Nah, butuh waktu 18 hari untuk membangun jembatan daruratnya. Hasilnya? Sebuah struktur sepanjang lebih dari 60 meter yang cukup kuat, bisa menahan beban hingga 30 ton. Artinya, dari sepeda motor sampai truk pengangkut barang, semua bisa lewat.
Proyek pemulihan ini dikerjakan bareng-bareng. Kementerian PU, PT Adhi Karya, TNI AD, dan kontraktor lokal bahu-membahu. Kerja sama ini penting banget. Soalnya, jembatan ini jadi nadi utama untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan pokok, bukan cuma untuk Bireuen, tapi juga kabupaten di sekitarnya.
Moeharmein Zein Chaniago, Dirut ADHI, menekankan betapa krusialnya akses infrastruktur ini.
"Ini pondasi pemulihan. Kalau jalan dan jembatan sudah berfungsi, distribusi bantuan, ekonomi, dan layanan publik bisa jalan berbarengan," ujarnya.
Artikel Terkait
GOLF Kukuhkan Ekspansi di Bali, Lanjutkan Proyek Hunian Eksklusif di New Kuta Golf
Saham Lippo Karawaci Melesat 30%, Transaksi Tembus Rp661 Miliar
IHSG Tergelincir dari Level 9.000, Saham-Saham Ini Justru Melonjak Tajam
Industri Tapioka Terkapar: Kapasitas Pabrik Menganggur, Impor Masih Mengalir